Evakuasi Remaja Tenggelam Di Embung Pungkruk, Kapolsek Jenar Sragen Berkoordinasi Dengan BPBD

.

Evakuasi Remaja Tenggelam Di Embung Pungkruk, Kapolsek Jenar Sragen Berkoordinasi Dengan BPBD

Senin, 30 Desember 2019

Sragen, bhayangkaraperdana.com - Remaja asal Dukuh Nglamur, Desa Randurejo, Kecamatan Pulokulon, Grobogan, meninggal dunia karena tenggelam saat bermain di Embung Pungkruk, Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Minggu (29/12/2019).

Remaja nahas itu bernama Istanto (15), dari informasi yang dihimpun, Semula pada pukul 15.00 Wib Istanto bersama 3 orang temannya yaitu Rendi Setyo Irawan (14), Yulia Kartika (14), dan Elsa Maharani (13) berniat bemain di lingkungan embung pungkruk, kemudian Istanto mengajak Rendi untuk berenang di embung tersebut namun Rendi menolaknya. Tak lama kemudian Istanto melompat dari jembatan dan berenang sampai ketengah embung, melihat Istanto kelelahan Rendi berusaha menolong namun tidak berhasil, Istanto berhasil dievakuasi oleh Tim SAR pada pukul 19.15 Wib dalam keadaan meninggal dunia dan langsung dibawa ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen untuk dilakukan Visum.

Sugi (52) yang saat itu berada dilokasi yang sama mengetahui kejadian tersebut sontak berlari menuju permukiman dan memanggil warga setempat untuk meminta pertolongan.

Tak berapa lama kemudian, warga setempat berdatangan ke lokasi kejadian. Warga lainnya menghubungi perangkat desa setempat yang diteruskan ke Polsek Jenar.

Kapolsek Jenar, Iptu Ali Ma’mun, S.H, mewakili Kapolres Sragen AKBP
Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan, SIK, MH, MIK, mengatakan petugas langsung berkoordinasi dengan anggota Search And Rescue (SAR) dari BPBD, Himalawu, Basarnas dan PMI Kabupaten Sragen untuk mengevakuasi korban yang tenggelam di embung.

Mayat Istanto dievakuasi didasar embung setelah sekitar 4 jam dalam pencarian. “Mayat Istanto dievakuasi pada pukul 19.15 WIB dari dasar embung oleh tim gabungan dan langsung dibawa ke RSUD Sragen,” kata Iptu Ali Ma’mun.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis dari RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh Istanto. Remaja itu diduga kelelahan dan tenggelam saat berenang di embung.

“Korban diduga kelelahan setelah melompat dari jembatan pembatas dan berenang hingga ketengah embung,” tutur Kapolsek.

Setelah dari RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen Jenazah Istanto langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada keluarganya.

Dengan adanya kejadian tersebut Kapolsek mengimbau kepada para orangtua agar mengawasi dan memberi pemahaman anaknya agar berhati-hati saat bermain di luar rumah.

“Harus ada pengawasan dan pemberian wawasan dari orang tua agar anak tidak berenang di embung tanpa alat pengaman (pelampung) dan pengawasan dari ahli,” tutup Iptu Ali Ma’mun.(Heri/Hms)