Tak Selalu Identik dengan Kekerasan, Ini Bukti Kalau PSHT Juga Miliki Jiwa Sosial Tinggi

.

Tak Selalu Identik dengan Kekerasan, Ini Bukti Kalau PSHT Juga Miliki Jiwa Sosial Tinggi

Minggu, 29 Desember 2019

Sragen, bhayangkaraperdana.com -
Siapa bilang perguruan pencak silat selalu identik dengan kekerasan, tawuran dan huru hara. Anggapan itu harus ditepis jauh-jauh saat melihat apa yang mereka lakukan. Hari Minggu(29/12/2019).

Rarusan warga pencak silat PSHT Rayon Jirapan Ranting Masaran Cab sragen  pusat Madiun bersama Polsek Masaran Polres Sragen,melaksanakan kerja bakti membersihkan jalan-jalan dan lapangan yang tampak kotor dan selokan/parit, serta menanam pohon-pohon,
diantaranya pohon trembesi,sawo dan ketapang.

Tampak kompak sekali Polsek masaran dan PSHT Rayon Jirapan Cab Sragen Pusat Madiun dalam kerja bakti pagi ini,Dari PSHT yg ada -+ 600 siswa dan 100 warga Dari berbagai rayon dan salah satu rayon diantaranya, Rayon Jirapan  yg diketuai oleh Saudara Teguh Santoso di lapangan krikilan bersama Polsek Masaran melaksanakan kerja bakti, Kegiatan sosial ini cukup menarik perhatian masyarakat dan pengguna jalan yang melintas. Dengan menggunakan pakaian kebesaran warna hitam, para pendekar ini tampak kompak bersih-bersih dan menanam pohon yang nantinya berfungsi sebagai penyerap polusi jalanan ini.kerja bakti ini tujuan juga dalah untuk senantiasa musim penghujan untuk mengantisipasi penyakit demam berdarah.

“Harus dipupuk jiwa sosial seperti ini Bagus, sangat setuju dan mendukung, Harus saling menjaga kerukunan”, ujar Bhabinkamtibmas Krikilan Aiptu Sunardi anggota polsek masaran.

Mas Dodo Selaku ketua Ranting Masaran bersama anggota PSHT  Rayon Jirapan dan Seranting masaran Cab Sragen Pusat Madiun saat melaksanakan kerja bakti membersihkan parit serta lapangan di wilayah Desa krikilan.
“Anak-anak muda ini luar biasa, ndak ada capeknya. Tentang aksi sosial mereka, jelas sangat mendukung, jempol empat deh”, ungkap Mas Dodo selaku Ketua Ranting.

Dengan kegiatan sosial seperti diatas, stigma negatif tentang figur pencak silat akan hilang dengan sendirinya berganti dengan simpati dan apresiasi yang mengalir dari masyarakat.(Heri/Std)