BABINSA JATIBATUR SOBO SEKOLAH SEBAGAI PEMBINA UPACARA

.

BABINSA JATIBATUR SOBO SEKOLAH SEBAGAI PEMBINA UPACARA

Selasa, 14 Januari 2020

Sragen, bhayangkaraperdana.com -
Babinsa Desa Jaribatur Sertu Dwiyanto melaksanakan kegiatan Sobo Sekolah sebagai pembina Upacara bendera di SD Negeri 1 Jatibatur Kec.Gemolong Kab.Sragen. Senin(13/1/2020).

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain," Hartono,S.Pd.SD Kepala Sekolah SD Negeri 1 Jatibatur,Bapak dan Ibu Guru,Siswa dan Siswi  85 orang.

Amanat pembina upacara yang disampaikan,"Terima kasih kepada Bpk.Kepala Sekolah dan Bpk/Ibu guru pengajar yg telah berkenan dan memberikan waktu dan kesempatan kepada Babinsa untuk menjadi pembina upacara di SD Negeri 1 Jatibatur.

"Tujuan kenapa kita tiap hari Senin melaksanakan Upacara Bendera Merah Putih adalah,untuk mengingatkan kepada kita semua terutama generasi muda bahwasannya,tidak mudah untuk mengibarkan Bendera Merah Putih pada waktu kita masih dijajah oleh bangsa Belanda maupun bangsa Jepang," Katanya

Ribuan bahkan jutaan para pahlawan rela mengorbankan harta benda, jiwa dan raganya untuk merebut kemerdekaan Republik Indonesia dan demi bisa berkibarnya Bendera merah putih dibumi Pertiwi kita ini.
Untuk itu kita sebagai generasi muda harus selalu ingat dengan perjuangan para Pahlawan yg telah gugur mendahului kita dengan cara, mengisi kemerdekaan ini dengan hal hal yang positif dan berguna bagi generasi muda itu sendiri dan lebih lebih untuk orang lain maupun untuk Negara yang kita cintai ini.

Sebagai pelajar anak anak harus selalu rajin belajar dan selalu menghormati guru dan orang tua kapan pun dan dimanapun."Pancasila sebagai idiologi Negara Kesatuan Republik Indonesia,maka kita semua wajib mengamalkan 5 sila dalam kehidupan sehari-hari,Tututnya.

Selesai upacara bendera kepala sekolah  Bpk.Hartono,S.Pd.SD menyampaikan," bahwa kehidupan anak di sekolahan menetukan masa depannya, jadi yang harus dilakukan seorang pendidik adalah sebagai berikut,"anak dibesarkan dengan dorongan ia belajar percaya diri.
Jika anak dibesarkan dengan toleransi ia belajar menahan diri.
Jika anak dibesarkan dengan pujian maka ia belajar menghargai.
Jika anak dibesarkan dengan kejujuran makan ia belajar kebenaran.
Jika anak dibesarkan dengan persahabatan maka ia belajar cinta dalam kehidupan," pungkasnya.(Heri/Suripan)