Gara - Gara Masalah Uang Waga Banyubiru Dibacok

.

Gara - Gara Masalah Uang Waga Banyubiru Dibacok

Senin, 27 Januari 2020

Ungaran, bhayangkaraperdana.com - Penganiayaan dan diduga perampasan uang yang terjadi di Kecamatan Banyubiru. Pujiono (40) tahun warga Desa Banyubiru dilaporkan melakukan pembacokan terhadap tiga orang warga setempat. Tidak hanya itu, pelaku juga dilaporkan merampas uang milik salah satu korbannya, Sabtu (25/01/2020)

Kasubbag Humas Polres Semarang Iptu Budi Supraptono mengatakan, peristiwa tersebut terjadi di Dusun Pancuran RW 13 Desa Banyubiru, Sabtu malam sekitar pukul 19.30. Dua diantara tiga korban terpaksa harus opname di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif akibat luka bacok cukup parah.

Kronologi kejadian disebutkan Iptu Budi, bermula kepala dusun (Kadus) Pancuran, Purwadi didatangi korban Ponirin (70) warga RT 02/RW 07 Pancuran, melaporkan istrinya,  Siti Aidah (60) dianiaya oleh pelaku Pujiono di rumahnya.

Ponirin juga melaporkan uang milik istrinya dirampas pelaku. Namun, Kadus Purwadi menyarankan agar persoalan tersebut diselesaikan ke RT setempat untuk melalui jalan kekeluargaan.

“Saran pak Kadus dilaksanakan korban Ponirin tapi dia tidak ketemu RT karena tidak ada di rumah. Selanjutnya dia kembali ke rumah pak Kadus. Keduanya bertemu di perempatan jalan dusun,” tuturnya.

Saat keduanya berembug atas kejadian dialami korban Siti Aidah, tiba- tiba pelaku Pujiono keluar rumah menghampiri keduanya. Ponirin sempat meminta Pujiono mengembalikan uang milik istrinya dan mempertanggung jawabkan atas perbuatannya.

“Pelaku tidak mengindahkan permintaan korban, sebaliknya dia marah dan teriak akan membunuh Siti Aidah,” tambahnya.

Kadus Purwadi kemudian tergerak meredam dan menenangkan pelaku, namun malah dipukul mengenai bagian kepala dan lengannya. Disusul kemudian pelaku mengeluarkan parang yang sudah diselipkan di balik bajunya.

“Pelaku mengamuk dan membacok pak Kadus hingga melukai lengan kirinya. Saat Ponirin mendekat pelaku mendorongnya hingga jatuh tertelungkup. Pelaku langsung membacok berulang kali bagian belakang kepala Ponirin. Korban terluka parah,” jelas Iptu Budi.

Teriakan korban yang kesakitan didengar warga sekitar hingga berdatangan untuk memberikan pertolongan. Pelaku yang ketakutan melarikan diri masuk ke dalam kebon, dan menghilang di kegegelapan.

“Korban Ponirin dan istrinya mengalami luka akibat senjata tajam dirawat di RSU Ambarawa. Kadus Purwadi berobat ke Klinik Kurnia Medika Banyubiru, kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek Banyubiru,” ujarnya.

“Pelaku setelah melakukan pembacokan melarikan diri masuk ke dalam kebon. Kondisi lokasi yang gelap karena malam hari, memudahkan pelaku kabur hingga tidak terkejar warga,” Imbuhnya.

Hingga berita ini dibuat kasus penganiyaan berlatar belakang masalah uang ini masih ditangani Polsek Banyubiru. Petugas masih mendalami keterangan korban dan melakukan pencarian terhadap pelaku pembacokan.

Kontributor: Bintang
Editor: Arie B