Musyawarah Desa(MUSDES) Desa Krangganharjo Toroh Cukup Demokratis.

.

Musyawarah Desa(MUSDES) Desa Krangganharjo Toroh Cukup Demokratis.

Jumat, 31 Januari 2020

Grobogan, bhayangkaraperdana.com - Bertempat di Balai Desa Krangganharjo Kamis ( 30/1/2020 ) musyawarah desa ( musdes ) penggunaan Dana Desa Tahun 2019 dan laporan program pembangunan Tahun 2019  Desa Krangganharjo kecamatan Toroh berlangsung secara lancar dan cukup demokratis.
Pasalnya kegiatan Musdes juga dihadiri oleh Camat Toroh  yang diwakili oleh Sekcam Toroh serta Kasi PMD kecamatan Toroh.

Dalam sambutannya Sekcam Toroh Drs Abdul Salam menyampaikan bahwa pelaksanaan pembangunan di Desa Krangganharjo cukup baik, artinya Kepala Desa mampu dan bisa berkoordinasi dengan pihak lain seperti TPK, BPD dan perangkat desa lainnya termasuk tokoh masyarakat desa setempat.

Untuk kegiatan pembangunan diwilayah kerjanya rata - rata berjalan dengan baik dan menjaga mutu bangunan. Misal kan ada keretakan ringan dalam pembangunan  itu masih wajar, mengingat tahun kemarin panasnya cukup ekstrim dan luar biasa dibanding tahun sebelumnya sehingga penguapan dan penyerapan air pada bangunan cukup kuat sekali. Terang Sekcam Toroh.

Disamping itu dalam pelaksanaan pencairan dana desa juga sudah baik.Artinya bisa sesuai jadwal dengan kelengkapan administrasi yang diperlukan sesuai standart pelaporan sekarang.
Bahkan kegiatan monev yang dilakukan jajaran Muspika juga bisa terlaksana sesuai jadwal.

Acara yang dihadiri oleh seluruh perangkat desa dan LPMD serta Tomas dan semua pengurus BPD Krangganharjo nampak demokratis sekali. Hal tersebut nampak setelah penyampaian LPJ penggunaan dana desa 2019 oleh TPK panitia penyelenggara musdes membuka forum tanya jawab serta rembuk bersama apa apa yang telah dicapai ditahun 2019 dan  mana yang masih ada kekurangan akan diteruskan di tahun 2020.

Sedangkan menurut jadwal dana desa desa sudah cair 40% pada bulan Maret ini. Menurut keterangan Jasminto selaku Kepala Desa Krangganharjo bahwa anggaran pendapatan desa sebesar Rp. 2 664.779.000,00 akan digunakan sesuai rencana yang ada.

Termasuk didalamnya ada beberapa yang menjadi agenda pembangunan Desa Krangganharjo yaitu pembangunan jalan beton, talud, termasuk tempat ibadah.
Sedangkan obyek wisata Candi Joglo sudah ada komunikasi antara Pemerintah Desa dan pengelola Candi Joglo .

Sedangkan anjuran dari BPD obyek wisata candi joglo dalam pengelolaannya bisa melibatkan BUM Des Krangganharjo.
Hal tersebut dengan pertimbangan bahwa ada sebagian tanah aset desa  yang telah dikembangkan untuk pembangunan berupa pembuatan Candi Rasa dan Candi Karsa serta pembangunan gedung untuk pertunjukan pentas seni di lahan desa tersebut

Sedangkan alasan lain   bahwa Pemkab Grobogan melalui Bupati Grobogan telah mengeluarkan SK nomor 556 / 9 / 2019 tentang penetapan Desa Krangganharjo sebagai Desa Wisata sehingga peran pemerintah desa untuk ikut memajukan obyek wisata candi joglo sangatlah diharapkan.  (Im@m)