Oknum Honorer SatPol PP Berurusan Dengan Hukum Karena Kasus Penipuan

.

Oknum Honorer SatPol PP Berurusan Dengan Hukum Karena Kasus Penipuan

Rabu, 08 Januari 2020

Ungaran, bhayangkaraperdana.com - Polres Semarang menggelar press ralease tindak pidana penipuan terkait perekrutan pegawai honorer di dinas perhubungan Kabupaten Semarang oleh oknum  pegawai honorer Satuan Pamong Praja (Satpol PP) kabupaten Semarang, Selasa (7/01/2020).

Kapolres Semarang AKBP Adi Sumirat melalui Kasat Reskrim AKP Rifeld Constantien Baba menerangkan  bahwa penipuan yang dilakukan oleh tersangka yaitu Ricky Indra Permana (25) dan Danar Adi Prakoso (26) yang merupakan aparatur negara sebagai pegawai honorer Satuan Pamong Praja Kab. Semarang memenjanjikan korbannya untuk masuk menjadi pegawai honorer atau kontrak yang ada di dinas perhubungan kab. Semarang dengan membayar sebesar Rp 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah) pada saat kegiatan rekrutmen tanggal 11 Desember 2019 yang mana proses perekrutan pegawai honorer tersebut tanpa adanya tes rekrutmen yang ada pada dinas perhubungan kab. Semarang bahkan hanya melampirkan foto copy ktp, ijazah dan Kartu Keluarga. 

Barang bukti

"adapun korban yang sudah membayar ada 15 orang, selain itu para korban ini diberikan surat pemberitahuan diterima, surat undangan penandatanganan kontrak kerja yang dibuat oleh tersangka dengan maksud untuk meyakinkan korban korban ini seolah - olah sudah diterima sebagai pegawai honorer pada dinas perhubungan kab. Semarang," kata AKP Rifeld.

"tersangka ini dengan serangkaian kata - kata manis memberitahukan kepada para korban ini bahwa mengenal pejabat di pemda kab. Semarang yang bisa memasukkan para korban ini menjadi pegawai honorer di dinas perhubungan," jelasnya.

Barangg bukti yang diamankan oleh tim Reskrim Polres Semarang berupa uang tunai sejumlah Rp 4.950,- (empat juta sembilan ratus lima puluh rupiah), 1 buah stampel Dinas perhubungan pemerintah kabupaten Semarang, 1 buah stampel kantor wilayah kementrian Hukum Dan HAM Jawa Tengah, 1 buah stampel Pemerintah Provinsi Dinas Sosial Jawa Tengah, 1 buah buku tabungan Bank BRI Britama atas nama Ricky Indra permana, 1 buah kartu ATM BRI Britama, 1 buku kwitansi, 1 buah flashdisk, 1 buah kaos warna hijau berlambang Sat Pol PP, 1 buah celana seragam sat pol pp, 1 buah ikat pinggang berlambang sat pol pp, dan 1 buah handphone merk samsung.

"Hasil dari tindak kejahatannya ini ada yang digunakan untuk berhura - hura di tempat karaoke dan ada yang di gunakan untuk membelikan perhiasan pacarnya," kata kasat Reskrim

"Dan kami menghimbau kepada masyarakat atau siapapun bila mana ada yang menjadi korban penipuan ini untuk segera melaporkan kepada kami Polres Semarang, dan kasus ini tetap akan di kembangkan bila mana ada pihak - pihak yang bersangkutan," imbuhnya. (bin)