Residivis Pecah Kaca Kambuhan Diamankan Sat Reskrim Polres Semarang

.

Residivis Pecah Kaca Kambuhan Diamankan Sat Reskrim Polres Semarang

Jumat, 03 Januari 2020

Ungaran, bhayangkaraperdana.com - Polres Semarang menggelar press release dihalaman lobby Satuan Reserse dan Kriminal tentang tindak pidana pecah kaca yang terjadi di wilayah Tuntang Kabupaten Semarang, Senin (30/12/2019).

Kasat Reskrim AKP Rifeld Constantien Baba Menerangkan bahwa pelaku berjumlah empat (4) orang yaitu Irwan, Subardi, Ruli dan Sam. Bermula pada hari Senin tanggal 2 Desember 2019 empat (4) orang pelaku ini berangkat dari magelang menuju Semarang dengan tujuan mencari sasaran. Kabupaten Semarang terdapat 4 TKP yaitu tuntang 2 kali, Bawen dan Getasan, TKP Sebelumnya Klaten, Sleman dan Boyolali. Pada tanggal 12 Desember pelaku melakukan aksinya di daerah Tuntang. Dan kedua pelaku yaitu Irwan dan Subardi diamankan jajaran Resmob polres semarang di jogya  sedangkan Ruli diamankan Polres Klaten  dengan kasus yang sama dan pelaku lainnya yaitu Sam masih dalam pengejaran anggota kepolisian.

Dalam pengungkapan dan penangkapan para pelaku ini bekerja sama dengan Subdit Jatanras Polda DIY, Subdit Jatanras Polda Jateng dan berkaliborasi dengan Opsnil Sat Reskrim Polres Semarang

" pelaku mencari sasaran sebuah mobil yang terparkir di pinggir jalan dan setelah di lihat terdapat barang berharga pelaku ini mencongkel kaca pintu dengan menggunakan obeng, kemudian mendorong kaca kedalam sehingga terbuka," ungkap AKP Rifeld

Para pelaku ini ternyata Residivis yang pernah berurusan dengan aparat kepolisian dengan kasus yang sama. Barang bukti yang diamankan 1 buah obeng, 1 set kaos tangan, 1 buah HP nokia warna hitam, 1 unit spm Mio M3.

" Terkait perkara ini kami dari dari Sat Reskrim Polres Semarang menghimbau terutama di akhir tahun kepada masyarakat agar tidak meletakkan atau menyimpan barang berharga di dalam mobil walaupun mobil tersebut terdapat sistem alarmnya serta parkirlah di tempat parkir yang aman dan ada sistem pengawasan maupun pengamannya," jelas Kasat Reskrim.

" Dan para pelaku ini dikenai pasal 363 KUHP ayat 4 dan 5  tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman pidana penjara 7 tahun," tambahnya.(bin)