Warga Pringapus Diduga Korban Percobaan Penculikan Orang Tak DiKenal

.

Warga Pringapus Diduga Korban Percobaan Penculikan Orang Tak DiKenal

Kamis, 23 Januari 2020

Ungaran, bhayangkaraperdana.com - Polsek Bergas dalam hal ini Bhabinkamtibmas pringapus Aipda Mustofa melaksanakan giat sambang warga dan mendapatkan informasi bahwa warganya mengalami percobaan penculikan, kamis (23/01/2020).

Sempat heboh di group pringapus Media Sosial Facebook tentang berita bahwa warga pringapus diduga korban percobaan penculikan anak oleh orang yang tak dikenal. Mendapati informasi tersebut Aipda Mustofa mendatangi kediaman korban di Lingkungan Kauman Kidul rt 6 rw 2 Kel. Pringapus.

Saat di mintai keterangan Hermawanto (32) ayah dari korban menjelaskan Sekitar pukul 10.00 wib, Parmi tetangga korban mendengar suara orang sedang membujuk ZAHRA, kemudian keluar rumah dan didapati anak tersebut (ZAHRA) sudah digendong oleh orang tua tidak dikenal (laki-laki, umur kurang lebih 70 tahun, menggunakan pakaian hansip, tutup kepala blangkon donimasi warna coklat), selanjutnya orang tersebut di tanya oleh Parmi,  "Njenengan Sinten..? nopo mbahne zahra..? " (anda siapa..? Apakah kakeknya Zahra..?.) Orang tersebut jawab " Nggih...lha anak kok ora di openi, arep tak jak jajan, mesakke men " ( Ya, anak ini  kok kasihan , mau saya ajak jajan") akhirnya parmi memanggil ayah zahra " wan, kae lho...pak ne teko.. " (wan, itu ayahmu datang..).

 Akhirnya Hermawanto menyudahi pekerjaannya sebagai buruh pembuat adonan donat di rumah tetangganya dan keluar rumah langsung mengambil anaknya (ZAHRA)  dari gendongan orang tak dikenal tersebut. Selanjutnya Parmi bertanya kepada Hermawanto " Kui bapakmu to.. ", dijawab oleh ayah Zahra " bukan... " Akhirnya orang tidak dikenal tersebut di tanya oleh Parmi " Lha jenengan tiyang pundi..? " (anda orang mana...)  dijawab orang "Temanggung," dan selanjutnya orang-orang berdatangan yang donimasi ibu-ibu, fokus ke zahra dan orang yg diduga penculik pergi tanpa ada yang tahu arahnya.

Kapolsek Bergas AKP Suwanta Melalui Kasubag Humas Polres Semarang Iptu Budi Supraptono menjelaskan " kejadian ini termonitor dari media sosial group pringapus facebook dan ditindak lanjuti oleh Bhabinkamtibmas Pringapus Aiptu Mustofa dan ternyata benar adanya," terangnya.

"Kami menghimbau kepada Masyarakat tidak perlu panik dan takut namun tetap waspada, laporkan ke pihak kepolisian bila mana terjadi hal serupa, jangan main hakim sendiri dan jangan menyebarkan berita bedasarkan "katanya", " imbuhnya. (bin)