Antisipasi Bencana Alam, Dandim 0728/Wonogiri Kunjungi Song Busiek.

.

Antisipasi Bencana Alam, Dandim 0728/Wonogiri Kunjungi Song Busiek.

Kamis, 20 Februari 2020

Wonogiri,  bhayangkaraperdana.com - Antisipasi kemungkinan bencana alam (tanah longsor, banjir, angin puting beliung) yang terjadi seiring datangnya musim penghujan, Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Imron Masyhadi, SE kunjungi langsung Keltana di wilayah Kelurahan Giriwono, Kamis(19/2).

Dengan didampingi oleh Pasiter Kapten Inf Moch. Sambudi beserta Danramil jajaran Distrik 1, Dandim 0728/Wonogiri melihat kesiapan dan berkomunikasi secara langsung dengan masyarakat yang tergabung dalam Kelurahan Tanggap Bencana (Keltana) di Kantor Kelurahan Giriwono yang dihadiri oleh Sekcam Agus Hariadi, Lurah Giriwono beserta perangkat Kelurahan, Ketua Keltana beserta anggota.

Dandim berharap, dengan sudah terbentuknya Keltana di lingkungan kelurahan Giriwono bisa meminimalisir korban, baik harta, benda bahkan jiwa. Dandim menyampaikan pentingnya mengantisipasi sebelum terjadinya suatu bencana dengan melaksanakan sosialisasi-sosialisasi, menyiapkan tempat untuk pengungsian saat terjadi bencana, sarana-prasarana yang dibutuhkan dan yang paling penting alokasi untuk logistic.

“ Mohon Kordinasi, kerjasama dan dukungan dari semua pihak dalam mengantisipasi maupun menghadapi bencana alam ”, pungkas Dandim.

Sekcam mengungkapkan dengan sinergitas yang selama ini antara Babinsa, Bhabinkamtibmas dan aparat desa dilingkungan Giriwono ini terjalin komunikasi, kordinasi, konsultasi yang sangat baik sehingga tidak ada gangguan yang sangat berarti.

Selesai mendapatkan laporan dari Sekcam dan Lurah Giriwono, Dandim beserta rombongan dengan didampingi Sekcam beserta perangkat kelurahan menuju tempat yang kemungkinan terjadi bencana tanah longsor di RT 3 rw 3, Joho Kidul, Kelurahan Giriwono. Ketua RT Tarmin menjelaskan, dirumah Paiman pada tahun 2004 terjadi tanah longsor yang mengakibatkan bangunan dapur roboh.

Dandim beserta rombongan juga berkesempatan mengunjungi Song Busiek yang berada di wilayah Joho Kidul dan memberikan bantuan tanaman vertiver untuk mengantisipasi terjadinya tanah longsor. (ang.s).