Di Desa Ketos Kepala Desa Mempunyai Terobosan Di Bidang Kelestarian Budaya Membatik Tulis.

.

Di Desa Ketos Kepala Desa Mempunyai Terobosan Di Bidang Kelestarian Budaya Membatik Tulis.

Minggu, 02 Februari 2020

Wonogiri, bhayangkaraperdana.com - Batik merupakan salah satu warisan Budaya Bangsa Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO ( United Nations Educationd Scientifec And Cultural ) di bawah naunggan PBB yang menaggani mengenai warisan budaya.

Nah dalam rangka ikut melestarikan Budaya Bangsa  Di Desa Ketos Kecamatan Paranggupito Kabupaten Wonogiri telah menggadakan kegiatan pelatihan membatik yang di mana pelatihnya di datangkan dari luar Desa tersebut,( sabtu 1/2/2020 ).

Adapun kegiatan pelatihan membatik di Desa Ketos  di ikuti oleh puluhan ibu-ibu rumah tangga bahkan sampai ratusan Ibu yang berada di Desa tersebut, merekapun sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan membatik hal ini nampak para ibu-ibu merasa tidak canggung walaupun di adakan di Balai Desa tersebut dengan penyelenggara sepenuhnya di ketuai oleh Kepala Desa Ketos  KATNO serta kerap di panggil  "Pak SINGKEK".

Di ungkapkan oleh Kepala Desa ketika ditemui oleh Media Bhayangkaraperdana  mengatakan " Dengan adanya kegiatan tentang tata cara membatik yang merupakan salah satu warisan budaya bangsa Indonesia ini para ibu - ibu di Desa Ketos dapat menambah pengalaman tentang budaya membatik yang benar, sehingga di kemudian hari dapat menambah penghasilan dan dapat mencukupi kebutuhan hidupnya" kata Kepala Desa.

 Sementara itu Mbak warni selaku pelatih serta pembimbing  membatik dari Tirtomoya mengungkapkan " Bahwa pelatihan membatik di Desa Ketos dilaksanakan 2 kali dalam seminggu yaitu hari sabtu dan minggu mulai dari jam 8.00 wibsampai jam 15.00 wib" ungkapnya.

Harapan dari Kepala Desa KATNO  bahwa" Diadakan kegiatan pelatihan membatik para ibu-ibu,meraka dapat paham bagaimana meningkatkan pendapatan dengan kewirausahan batik tulis ini, serata dapat membedakan mana batik prin,batik cap, dan batik tulis atau Canting" harapanya.

"Dan itu bertujuan biar ibu-ibu di Desa Ketos tidak meninggalkan jati diri sebagai Bangsa dan membesarkan Budaya Jawa yang paling kental dalam hal Batik Tulis ( Canting) " tutupnya.(ang.s.)