DINAS LINGKUNGAN HIDUP SAMBUT HARI SAMPAH SEDUNIA

.

DINAS LINGKUNGAN HIDUP SAMBUT HARI SAMPAH SEDUNIA

Jumat, 21 Februari 2020

Grobogan, bhayangkaraperdana.ckm - Bertempat di gedung Riptaloka kabupaten Grobogan Jum' at ( 21/2/2020 ) Dinas Lingkungan Hidup adakan pelatihan pembuatan kerajinan yang semua terbuat dari bahan daur ulang.

Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati Hari Sampah Sedunia sekaligus menyambut Hari jadi Kabupaten Grobogan yang ke 294.
Kegiatan pembuatan kerajinan dari daur ulang ditujukan kepada seluruh kader dan pengurus PKK kabupaten Grobogan, kader peduli LH dan sekolah Adiwiyata baik SMP ataupun SMA yang ada di Grobogan.
Kegiatan cukup menarik. Pasalnya semua peserta yang ikut pelatihan bisa mempratekkan langsung dengan harapan ketika sudah trampil, bisa membagikan ilmunya ke lingkungannya masing - masing.

Menurut Ka.Dinas LH Grobogan H.Agus Prastowo SH.MH pelatihan ini merupakan program rutin dan bentuk kepedulian Dinas LH dalam memanfaatkan limbah sampah sehingga bisa bermanfaat. Disamping itu dengan adanya pelatihan ketrampilan, masyarakat disamping punya kepedulian lingkungan, akan mampu merubah sesuatu yang tidak bermanfaat menjadi sesuatu yang ekonomis sehingga menambah penghasilan keluarga.

Hal sama juga disampaikan oleh Eka Sri Pratiwi SE selaku Direktur Bank Sampah Induk kab Grobogan yang mengajak kepada semua kader penggerak baik PKK ataupun LH yang ada di desanya masing - masing agar bisa merintis membuat Bank Sampah yang manfaatnya cukup banyak seperti yang sudah ada di Kelurahan Kuripan dan Wirosari.

" Dengan membentuk Bank Sampah akan teroganisir secara baik pasca pemanfaatan limbah sampah setelah menjadi hal - hal yang bermanfaat." Jelas Eka Pratiwi.

Selaku Direktur BSIB pihaknya siap membantu masyarakat yang akan mewujudkan Bank Sampah termasuk kantor DLH Grobogan siap memfasilitasinya.

Adapun pemanfaatan sampah setelah proses daur ulang bisa menjadi tas yang bahan dasarnya bungkus plastik kopi.

Dan juga yang menarik adanya merajinan topi yang bahan dasarnya koran serta pembuatan sabun cuci yang bahan dasarnya bekas minyak goreng yang sudah tidak terpakai.
Semua peserta cukup antusias dan merupakan sebuah pengalaman baru dan sekaligus bisa memotivasi sebagai bagian masyarakat yang peduli lingkungan dan mampu menciptakan usaha baru dengan memanfaatkan sampah menjadi barang yang produktif dan ekonomis. ( Im@m )