MELESTARIKAN KEARIFAN LOKAL TAMBAKSARI AMBARAWA

.

MELESTARIKAN KEARIFAN LOKAL TAMBAKSARI AMBARAWA

Senin, 24 Februari 2020

Ambarawa, bhayangkaraperdana.com - Sejarah sebuah dusun tambaksari di kelurahan tambakboyo kecamatan ambarawa yang terjadi 83 tahun yang lalu, sangatlah berkesan dan menentukan dalam perkembangan pembangunan yang berlangsung saat ini.

Di mana sejarah mencatat bahwa perpindahan penduduk dari dusun ngaglik yang berada di area sekitaran rawa  yang akan di bangun pada jaman Belanda masih berkuasa di Indonesia, saat itu ada pembangunan Pusat Tenaga Air yang di kerjakan dan dusun yang berada di kisaran area yang mau di bangun harus bergeser.Dusun tambaksari merupakan salah satu dari sekian dusun yang harus melakukan perpindahan.

Pada tahun ini tepatnya pada tanggal 22/2/2020 dusun tambaksari melaksanakan kegiatan Semarak Merti Dusun ke 83, acara tahun ini di helat selama 3 hari berturut-turut di mulai pada hari Jumat kemarin dengan Pencanangan Tambaksari sebagai Kampoeng Demokrasi Pancasila oleh Wakil Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha, SH.MH.

Untuk acara hari ke 2 adalah selamatan/tasyakuran merti dusun dan arak-arakan dengan membawa tumpeng beserta lauk pauknya dan 2 gunungan buah serta sayur ke Kampoeng Rawa yang merupakan cikal bakal/asal mula dusun tambaksari.
Agenda kegiatan ini untuk melestarikan budaya dan kearifan lokal yang ada.

Iring-iringan peserta arak-arakan di pimpin oleh lurah tambakboyo Yunianto, SH MA di dampingi Babinsa, Bhabinkamtibmas dan ketua RW tambaksari.Setelah semua yang dibawa sampai di dermaga kampoeng rawa di lanjutkan dengan doa oleh modin Mariyanto, setelah itu 2 gunungan besar di perebutkan oleh masyarakat dan para pengunjung yang ada.(yuli)