Puluhan Wartawan dan LSM Geruduk SMKN 1 Miri Sragen.

.

Puluhan Wartawan dan LSM Geruduk SMKN 1 Miri Sragen.

Rabu, 26 Februari 2020

Sragen, bhayangkaraperdana.com - Puluhan wartawan dan LSM meluruk SMKN 1 Miri Kabupaten Sragen, Selasa (25/02/2020).

Kedatangan piluhan wartawan dan LSM tersebut untuk mengklarifikasi terkait pemberitaan di media online joglosemarnews.com yang terbit pada Sabtu ( 22/2) lalu yang berjudul " Diserbu Gerombolan Wartawan Bodrek dan LSM Abal-abal, Kepala Sekolah dan Kades di Sragen Resah.Modus Minta Jutaan Disertai Paksaan, Ada Yang Sampai Nyengging Guru"  Pemberitaan tersebut dinilai tidak berimbang dan merupakan berita tidak benar

Kedatangan para Wartawan dan LSM tersebut diterima Kepala Sekolah SMKN 1 Miri Drs. Sarno, M. Pd di aula IPHI depan SMKN 1 Miri Kabupaten Sragen

Sungguh amat  sangat disayangkan pemberitaan media online Joglosemarnews.com  yang berat sebelah, tidak berimbang, dan tidak adil dalam pemberitaannya yang berjudul " Diserbu Gerombolan Wartawan Bodrek dan LSM Abal-abal, Kepala Sekolah dan Kades di Sragen Resah. Modus Minta Jutaan Disertai Paksaan, Ada Yang Sampai Nyengging Guru"  yang diterbitkan Sabtu 22 Februari 2020 dinilai tidak berimbang, pasalnya pemberitaan tersebut hanya dari satu versi narasumber tanpa mengkonfirmasi yang dimaksud dalam pemberitaan tersebut.

Saat dikonfirmasi  Drs Sarno M.pd menjelaskan dirinya tidak pernah mengundang Wardoyo (wartawan joglosemarnews.com) untuk memberitakan terkait Wartawan dan LSM Abal-abal. Dan saya tidak pernah mengungkapkan seperti apa yang di tulis wardoyo di joglosemar jelas Sarno di depan puluhan awak media dan LSM

Sarno mengaku bahwa dirinya tidak  mempunyai nomor handphone Wardoyo dari media online joglosemar. Wartawan bodrex dan LSM abal-abal  itu pak Didik yang  beralamat Desa Gilirejo Lama Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen.
“ Sebetulnya saya gak mempunyai nomor handphone Wardoyo, Wartawan bodrex dan LSM abal-abal  itu pak Didik yang  beralamat Desa Gilirejo Lama Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, ” kata Sarno

Lebih lanjut Sarno mengatakan, " Didik memaksa saya selaku kepala sekolah dengan harapan diberi imbalan karena miri wilayah saya, kata Sarno mengulagi ungkapan Didik. Pihak sekolah berjanji dalam waktu 3x24 jam akan mempertemukan Wardoyo dengan teman- teman media, LSM, dan Ormas  yang hadir pada siang ini," tegas Sarno.

Sementara Wardoyo ketika di hubungi melalu WhatsApp di semua temen-temen nomor di blokir dan tidak mau menjawab sama sekali.

Terpisah Warsito Nusantoro Pamungkas Selaku Pimred BERITAistana.com juga menghubungi Wardoyo melalui WhatsApp lebih dari 10 kali namun tidak diangkat di chat juga tidak dibalas.

Hal senada juga disampaikan  edot dan puluhan Wartawan dan LSM lainya dirinya menghubungi Wardoyo juga tidak diangkat.

Akhirnya semau rekan- rekan wartawan dan LSM  bersama sama menuju kerumah Didik ke Desa Gilirejo Lama, namun saat kita sampai dirumah hanya ketemu dengan  istri dan kakak ipar, ia menjelaskan kalau didik belum pulang, biasanya pak Didik  sering di gunung kemukus pojok atas mas, "Cobi jenengan padosi mriko amargi wangsulipun mboten mesti" Coba dicari kesana karena pulangnya tidak tentu," ungkap ipar Didik.

Akhrinya para awak media dan LSM  kembali ke SMKN 1 Miri menunggu Wardoyo di sekolahan sampai sore sampai berita ini diterbitkan Wardoyo tidak kunjung datang.(her/Tim BI/wst)