Tiga Pemuda Pelaku Curanmor Spesialis Motor Matik Diringkus Sat Reskrim Polres Semarang

.

Tiga Pemuda Pelaku Curanmor Spesialis Motor Matik Diringkus Sat Reskrim Polres Semarang

Selasa, 11 Februari 2020

Ungaran, bhayangkaraperdana.com - Polres Semarang menggelar Press Release dengan kasus Curanmor yang dilakukan oleh tiga (3) pemuda warga Mranggen, Demak, pelaku curanmor spesialis motor matik ini berhasil diringkus jajaran Sat Reskrim Polres Semarang, Senin (10/2/2020).

Kapolres Semarang AKBP Adi Sumirat mengatakan ketiganya masing-masing Imam Safii (34), Danang Lilva Faza (19), dan Abdul Jalil (34). Ketiganya seringkali berkeliling ke berbagai tempat di antaranya Demak, Semarang, Boyolali, hingga Salatiga untuk menjalankan aksinya. Ketiganya beraksi sebanyak 50 kali di berbagai tempat dan mencari motor matik yang diparkir di tempat indekos yang sepi.

"Mereka bertiga mengecek di daerah kos-kosan yang sepi. Kalau ada motor matik yang terparkir tidak dengan penjagaan, maka mereka langsung beraksi," katanya.

Untuk menjalankan aksinya, mereka menggunakan kunci magnet buatan mereka sendiri yang dibuat dari magnet negatif, positif dan menggunakan gagang sikat gigi.

Menurut AKBP Adi Sumirat, kunci magnet itu dibuat oleh Danang Lilva melalui serangkaian percobaan pembuatan di bengkel.

"Jadi menggunakan kunci magnet ini mereka bisa membuka pengaman motor kurang dari 1 menit, Setelah itu mereka menggunakan kunci T untuk menghidupkan dan membawa kabur motor curian tersebut," jelas Kapolres.

Kasatreskrim Polres Semarang AKP Rifeld Constantien Baba menjelaskan bahhwa informasi keberadaan kelompok curanmor itu didapatkan melalui pelapor Diyan Ferina (26) warga Tangerang.

"Motornya berjenis Honda Beat yang sedang dibawa temannya di kos di daerah Duren, Bandungan, Kabupaten Semarang, 27 Januari 2020 malam lalu, Saat temannya mau menggunakan motor tersebut untuk menjemput Diyan pulang kerja, ternyata motor tersebut telah raib, dan di malam itu juga pemilik motor langsung melapor ke Polres Semarang," jelasnya.

Sat Reskrim Polres Semarang, berhasil meringkus ketiganya, pada tanggal 28 Januari 2020 di rumah mereka. Dari ketiganya, barang bukti yang didapatkan di antaranya sejumlah motor matik, stnk motor, kunci magnet, anak kunci y yang dipipihkan, kunci letter T, dan anak mata kunci. Sementara Danang Lilva Faza, dalam pengakuannya mengatakan ia membuat beberapa kunci magnet, yang digunakan untuk membobol pengaman kunci motor matik

"Motor hasil dari aksinya selanjutnya dijual ke penadah seharga Rp 2 juta sampai Rp 5 juta, dan mereka terjerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara," jelas Kasatreskrim.

Kasatreskrim juga mengimbau masyarakat umumnya yang memiliki motor matik untuk menggandakan pengamanan motornya saat diparkir, untuk meningkatkan kewaspadaan dan keamanan. Sebab kunci magnet buatan komplotan ini bisa membuka pengaman kunci hanya kurang dari 1 menit.

Kontributor: Bintang
Editor: Arie