WARGA KEBERATAN DENGAN PENUTUPAN TEMBOK

.

WARGA KEBERATAN DENGAN PENUTUPAN TEMBOK

Kamis, 13 Februari 2020

Grobogan, bhayangkaraperdana.com -  Banyak warga yang jengkel , kecewa dan merasa berat dengan ditutupnya pagar tembok terminal transit pasar kota Purwodadi.
Terminal kota yang dulunya dipakai transit angkot  memang dikelilingi pagar tembok.

Akan tetapi ujung pagar tembok yang berbatasan dengan warga RW 16 Kelurahan Purwodadi ini terdapat jalur penghubung dengan warga yang bermukim di belakang terminal tersebut.

Bahkan sejak dulu jalur itu ada sehingga aktivitas warga yang mau ke pasar kota Purwodadi lebih mudah dan dekat melalui jalan dan jalur lewat terminal  transit angkot Banyak warga yang menggunakan jalur tersebut untuk beraktifitas kesehariannya. Karena jalur tersebut praktis dan cukup ekonomis .
Dengan ditutupnya jalur tersebut banyak warga yang merasa keberatan.

Beberapa warga RT 06 dan 07 tidak setuju dengan penutupan jalur tersebut.
Seperti yang diungkapkan oleh Sidik warga RT 06 Jetis Soponyono Purwodadi.

Menurut informasi yang dia peroleh pemkab Grobogan dalam hal ini Dinas perhubungan akan membuatkan pintu sehingga pagi bisa untuk aktivitas warga sedangkann kalau malam demi keamanan bersama silahkan kalau mau ditutup, "terang Sidik.

Hal sama juga disampaikan Suwignyo warga RT 06 yang kurang setuju dengan penutupan jalur tersebut. Lebih pas kalau dibuat pintu saja, " Terangnya.

Pihaknya bersama warga dalam waktu dekat akan mengadu ke pemkab Grobogan untuk menanyakan masalah tersebut.
Banyak warga yang bekerja dan beraktvitas melalui jalur tersebut.
Kasawan exs terminal kota yang sudah tidak dipakai sekarang banyak bermunculan kios dan warung didalamnya.Sedangkan juru parkir dengan munculnya kios baru berdampak  lahannya menjadi sempit.

Lebih - lebih jalur penghubung ke lingkungan warga ditutup menjadikan pendapatan parkir semakin merosot banyak. Karena banyak warga yang ketika mau ke pasar Purwodadi biasa parkir di dalam terminal tersebut dan melalui jalur yang sekarang ditutup rapat dengan tembok. (Im@m)