BEKAS GALIAN GOL C KEMBALI TELAN KORBAN 6 SANTRI

.

BEKAS GALIAN GOL C KEMBALI TELAN KORBAN 6 SANTRI

Selasa, 10 Maret 2020

Grobogan, bhayangkaraperdana.com - Kembali bekas galian  gol C telan korban. Kejadian terjadi pada hari Senin ( 09/ 3 2020 ) sekitar pukul 10.00 Wib Sedangkan Galian gol c tersebut adalah milik  Sucipto Dsn Sobotuwo Rt 01/04 Desa Kronggen Kec Brati Kab. Grobogan.
Korban berjumlah keseluruhan 8 orang dan 1 orang Kyai Pondok Alitifiah.

Kondisi kubangan galian C  dengan kedalaman bervariiasi mulai setengah meter dan paling dalam kurang lebih 3 m dan luas, lebar 80 X 80.

Adapun jumlah total yang tenggelam ada 8 orang meliputi dari :
 1 orang Kyai Ponpes Alitifiah MD
7 orang Santri Ponpes Alitifiah 5 orang MD dan 2 orang selamat.
Sedangkan alamat Ponpes Alitifiah
Dusun Sobotuwo Rt 01/04 Desa Kronggen Kec. Brati Kab. Grobogan
Data korban 2 orang yang selamat yaitu sbb :
Nama : Lala Alfi ( 16 th ) Agama : Islam Alamat : Tuban dan Hanif ( 17 th ) Agama : Islam dengan alamat : Klambu.
Sedangkan korban 6 orang yang meninggal dunia adalah Shofa Lu'lu'ul Maknun.( 17 th )
Alamat :  Dsn. Ketitang Rt 04 RW 03 Temon Brati Kab. Grobogan
 Susi Susanti.( 18 th )
 Alamat : Dsn. Pancan RT 05 RW 06 Getasrejo Kec. Grobogan , Nazila.( 13 th )  Alamat : Dsn. Tarub RT 09 RW 03 Desa Tarub Kec. Tawangharjo Kab. Grobogan , Lina ( 17th )
Alamat : Dsn Nadri RT 04 RW 06 Desa Katean Kec. Brati , Istiroqin.(  13 th )
Aamat : lingkungan Nglejok RT 03 RW 15 Kuripan Purwodadi
Sedangkan KH. Wahyudi ( 61 th ) juga nyawanya tidak tertolong yang berjuang ikut menyelamatkan santriwatinya.

Menurut informasi di lapangan ada hari senin tanggal 09 maret 2020 sekitar pukul 10.00 Wib santri ponpes Alitifiah melaksanakan bersih - bersih di seputaran ponpes Alitifiah setelah itu menuju lokasi di galian C dengan tujuan membersihkan kaki dan tangan yang kotor tiba - tiba salah satu santri terpleset di tolong temannya dan temannya ikut tenggelam.

Teriakan tolong didengar oleh KH. Wahyudi dan sepontan menceburkan dirinya untuk menolong. Oleh karena KH Wahyudi tidak bisa berenang akhirnya ikut tenggelam dan nyawanya tidak tertolong

Dan selanjutnya ada dua santri lagi yang berusaha menolong, sedangkan satu satri yang menolong mengalami kram atau kesemutan dan yang satu pingsan merasa takut dengan air.
Akhirnya TNI bersama Polri serta BPBD langsung ke TKP setelah mendapat kan laporan.
 Korban akhirnya dibawa ke Puskesmas Brati
dan keluarga korban segera dihubungi untuk mengambil jasad korban

Isak tangis pecah di Puskesmas Brati.  Dengan di antar kendaraan ambulance puskesmas Brati korban diantar kerumah duka untuk disemayamkan. ( Im@m )