Buka Musrenbang 2020, Harapannya Angka Kemiskinan di Kab. Sragen Turun.

.

Buka Musrenbang 2020, Harapannya Angka Kemiskinan di Kab. Sragen Turun.

Selasa, 17 Maret 2020

Sragen, bhayangkaraperdana.com  -
Senin, 16 Maret 2020 . Musrenbang Kabupaten Sragen Tahun 2020 Dalam Rangka Penyusunan RKPD Kab.Sragen Tahun 2021 yang bertemakan" Terwujudnya Bumi Sukowati Yang Sejahtera dan Bermartabat " bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sragen yang dihadiri sekitar 300 orang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Suparno,SH.(Ketua DPRD Kab.Sragen), dr.Hj.Kusdinar Untung Yuni Sukowati(Bupati Sragen), Letkol Kav Luluk Setyanto,M.PM.(Dandim 0725/Sragen), Letkol Inf Yefta Sangkakala,SIP (Danyonif Raider 408/Sbh), Kabag Progar Polres Sragen Akp Sujarno(Mewakili Kapolres Sragen), Drs.Suhardi,SH.(Ketua Pengadilan Agama Kab.Sragen), Dedy Endriyatno,SE(Wakil Bupati Sragen), Ir.Jubaidi,MM (Kepala Bappeda Kab.Sragen) serta Muji Purnomo SE,Msi (Mewakili Ketua Bappeda Prov Jateng)

Dalam sambutannya Bupati Sragen mengatakan bahwa Tingkat pengangguran saat ini sudah lebih baik,kemudian pertumbuhan ekonomi kita peringkat ketiga setelah,Karanganyar dan Sukoharjo Berarti Solo pun yang sudah digadang-gadang masih dibawah kita. pertumbuhan ekonominya, tetapi ada anomali yang mesti kita bicarakan bersama dan harus duduk bersama pula, karena angka kemiskinan juga turunnya tidak cukup signifikan hanya 0,33% logikanya kalau pertumbuhan ekonomi tinggi tentu saja angka kemiskinan harusnya turun dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya
“ Kepada BPS mari sama-sama kita kupas satu persatu dengan diskusi yang terbuka agar bisa kita mencari obat yang tepat sesuai dosis agar angka kemiskinan kita kedepan bisa turun dengan lebih baik dan lebih signifikan ,“ pinta Bupati.

Terwujudnya bumi Sukowati yang sejahtera dan bermartabat ini adalah tema musrenbang kita tahun 2020 yang diharapkan akan bisa kita capai nanti pada tahun 2021 disinilah akhir masa tugas saya bersama Wabub dalam mengemban tugas 5 tahun di pemerintahan Kabupaten Sragen ini, mengemban amanah yang telah diberikan oleh masyarakat kepada kami berdua beberapa hal yang masih menjadi catatan yang perlu sekali diberikan penekanan adalah adanya indikator RPJMD yang belum tercapai ini merupakan PR bersama.

“ Mari kita berpacu di sisa waktu ini kita wujudkan betul-betul visi yang telah kita tetapkan bersama terwujudnya bumi Sukowati yang sejahtera dan bermartabat sebagai wujud tanggung jawab kita kepada masyarakat “ ujarnya.

Disampaikan oleh Bapak Presiden Republik Indonesia bahwa setiap proses penganggaran berprinsip pada money follow program bukan lagi money follow function kami berusaha untuk menerapkan itu dalam sistem pemerintahan ini dan atas dukungan semua warga masyarakat dan keberhasilan yang telah dicapai bersama dalam kurun waktu pemerintahan ini tidak akan mungkin kami bisa capai tanpa dukungan bapak ibu semua para stakeholder dan masyarakat Kabupaten Sragen.

Menurut Yuni terkait status kewaspadaan Kabupaten Sragen menghadapi Covid 19, penyakit yang disebabkan oleh virus Corona yang saat ini telah menjadi pandemi tidak terjadi di Indonesia saja tapi di seluruh belahan dunia sudah merata semua terdapat penyakit Covid 19, ini harus menjadi perhatian kita semua.

“ Masyarakat tidak usah panik dengan berita-berita yang ada dan beredar di media sosial, yang kadangkala berita ini belum tentu kebenarannya Untuk itu saya mohon kepada bapak ibu yang hadir hari ini sebagai tokoh masyarakat tokoh agama untuk bisa turut menenangkan masyarakat dalam setiap lini apapun profesi panjenengan “ pungkas Yuni.(heri/hms)