Gubernur Jawa Tengah Menikmati Nasi Iriban Makanan Khas Desa Wisata Lerep.

.

Gubernur Jawa Tengah Menikmati Nasi Iriban Makanan Khas Desa Wisata Lerep.

Jumat, 13 Maret 2020

Ungaran, bhayangkaraperdana.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghadiri Festival Nasi Iriban dan menikmati kuliner Nasi Iriban di Desa Wisata Lerep, Kabupaten Semarang, Kamis (12/3/2020)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama rombongan langsung menikmati Nasi Iriban menu yang melegenda dengan pemandangan pedesaan yang asri.

Turut hadir Bupati Semarang dr.Mundjirin, Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugroho, Kapolres Semarang AKBP. Gatot  Hendro Hartono, Sekda Kab Semarang Drs Gunawan Wibisono, Ketua DPRD Kab Semarang Bondan Marutoning, Plt Kepala Dikcapil Kab Semarang Drs Agus Haryanto, Kasat Pol PP Kab Semarang Tajudin Noor, Kadin Pariwisata Kab Semarang Dra. Dewi Pramuningsih, Kapala BPBD Kab Semarang Heru Subroto, Jajaran SKPD dan OPD  Kab Semarang,Danramil 14 Ungaran Kapten Inf Sunarno (Mewakili Dandim Salatiga), Kapolsek Ungaran Kompol Slamet Kuat, Camat Ungaran Barat Eko Purwanto, Dinas PUBMCK Hanung T, Densos Kab Semarang Harso Susilo, Dinkes Kab Semarang Yulianto.P, Kades Lerep Sumaryadi, Dispermasdes /Dukcapil Sugeng Riyanto dan masyarakat Desa Lerep.
Kapolres Semarang AKBP. Gatot  Hendro Hartono, juga menikmati nasi Iriban khas Desa Wisata Lerep

Camat Ungaran Barat Eko Purwanto menuturkan, “ Kami ingin menghidupkan kembali tradisi itu. Tidak hanya setahun sekali, namun kami ingin menjadikan itu sebagai daya tarik wisatawan,” kata Camat Ungaran Barat

" Nasi Iriban akan disajikan di pasar tradisional Desa Wisata Lerep agar para wisatawan dapat menikmati menu langka itu, tanpa harus menunggu prosesi Rajab tiba, " ucapnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga menyampaikan saat ditemui awak media, "Saya tertarik karena katanya ada makanan unik. Ternyata ini, namanya Sego Iriban, ini makanan unik karena sayurannya tidak direbus, melainkan dibakar pakai bambu," kata orang nomor satu di Jawa Tengah itu.

" Ini menarik dan tentu laku dijual untuk menarik wisatawan, kuliner khas yang melegenda semacam ini, banyak dicari wisatawan".

" Saya berharap, masyarakat terus aktif dalam berinovasi terkait dengan potensi desa yang selama ini belum mendapat perhatian, dan berbagai potensi desa,  harus digali agar mampu meningkatkan ekonomi masyarakat, " ucapnya.

" Gunakan Dana Desa yang ada untuk mengembangkan potensi-potensi ini. Kami dari pemerintah tentu akan memberikan dorongan, bahkan kami sudah membuat peraturan daerah mengenai desa wisata dan siap memberikan hadiah Rp1 miliar kepada desa wisata yang terbaik," pesanya.(Arie)