MENIKAHI ANAK UMUR 7 TAHUN ADALAH PELANGGARAN HUKUM

.

MENIKAHI ANAK UMUR 7 TAHUN ADALAH PELANGGARAN HUKUM

Jumat, 13 Maret 2020

Semarang, bhayangkaraperdana.com -  Ketua Komnas Perlindungan Anak Provinsi Jawa Tengah, DR Endar Susilo SH MH saat ini baru berkoordinasi dengan Penyidik Subdit IV Ditreskrimum Polda Jateng terkait dengan aduannya atas temuan adanya perkawinan dengan Anak yang masih berusia 7 tahun yang berinisial D warga Grabag Magelang, dengan  seorang tokoh Pemilik Pondok Pesantren berinisial P warga Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Menurut Endar Susilo perbuatan yang diduga  dilakukan oleh P sangatlah tidak manusiawi dan melanggar UUPA  " Bayangkan saja anak yang masih perlu tumbuh kembang dan masih punya masa depan panjang harapan Bangsa ini,  yang seharusnya kita temani atau ajak belajar dan bermain tetapi justru malah menjadi korban nafsu P dengan dibungkus Perkawinan Siri" jelas Endar.

Ketika ditanya lebih lanjut siapa nama lengkap dan jatidiri diduga pelaku kejahatan perkawinan tersebut, Endar belum bisa menyampaikan ke media " Kasus Ini masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman pihak Polda Jateng dan diduga pelaku adalah tokoh masyarakat.
" Nanti kalau sudah waktunya, saya akan sampaikan ke teman  - teman media" lanjut Endar.

" Mari kita sama - sama berdoa kepada Allah agar  pelaku kejahatan yang menghancurkan masa depan anak bangsa ini segera bisa di bawa keranah hukum. Kami Komnas Anak Jateng memberikan dukungan moral dan doa agar penyidik Polda Jateng diberi kemudahan untuk mengungkap kasus ini" Papar Endar.
Menurutnya  pelaku kejahatan terhadap anak tersebut bisa di jerat  dengan Undang - Undang (UU) No.23 tahun 2002 yang sudah diperbarui dengan UU no 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dan UU no.17  tahun 2016 Tentang Perubahan kedua UU no. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak menjadi UU dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan hukuman kebiri.

Seperti pernah diberitakan sebelumnya bahwa Komnas Perlindungan Anak Provinsi Jawa Tengah mendapatkan aduan dari masyarakat tentang adanya perkawinan siri dengan anak yang masih berumur 7 tahun menjadi korban (pengantin perempuan), setelah mendapatkan data dan menjumpai beberapa saksi, Endar kemudian melaporkan kasus ini ke Polda Jateng agar pelaku segera ditangkap dan diadili.(ndr/tim)