RAPAT KOORDINASI LINTAS SEKTORAL DAN PELATIHAN PENANGANAN SITUASI KONTIJENSI DI WILAYAH KOTA SALATIGA

.

RAPAT KOORDINASI LINTAS SEKTORAL DAN PELATIHAN PENANGANAN SITUASI KONTIJENSI DI WILAYAH KOTA SALATIGA

Rabu, 22 April 2020

Salatiga, bhayangkaraperdana.com -
Rakor Linsek dan pelatihan penanganan situasi kontijensi ini dalam rangka menghadapi peningkatan eskalasi dampak meluasnya pandemi Covid 19, yang berlangsung di halaman pendopo Polres Salatiga pada, Rabu (22/04/2020).

" Dalam Rakor Linsek tersebut dihadiri oleh Kapolres, Dandim 0714, Wakil Walikota, Ketua DPRD dan beserta Pejabat Dinas terkait Pemerintah Kota Salatiga ".

Dalam sambutannya Kapolres Salatiga AKBP Rahmad Hidayat, S.S mengungkapkan bahwa Rakor Linsek dan pelatihan penanganan situasi kontijensi ini, diharapkan agar semua pihak yang terkait dapat melaksanakan dengan baik didalam menghadapi penyebaran virus corona khususnya di wilayah Kota Salatiga.

Begitu juga dalam kesiapan menghadapi pandemi Covid 19 di Kota Salatiga, diharapkan pula kepada seluruh masyarakat agar bisa menjaga situasi yg kondusif dan menjaga kebersihan di wilayah masing masing agar terciptanya suasana yang aman, nyaman, damai dan sejuk, Terangnya.

Dalam kesempatan ini pula Wakil Walikota Salatiga Muh, Haris, S.S, M.Si menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kapolres Salatiga beserta jajarannya yang telah menginisiasi kegiatan kontijensi penanganan Covid 19.

Disampaikannya juga bahwa Satgas Covid 19 berorientasi untuk menyelamatkan 195 ribu jiwa masyarakat Kota Salatiga, dan ini menjadikan suatu paradigma bahwa melindungi masyarakat yang sehat dan terhindar dari wabah Covid 19 sangatlah penting, Ungkapnya.

Fokus dalam tugas untuk memulihkan faktor ekonomi masyarakat yang terkena dampak dari wabah Covid 19, Pemerintah Kota Salatiga akan memberikan bantuan sebanyak 2 ribu paket sembako kepada seluruh masyarakat Kota Salatiga, Pungkasnya.

Kasat Intelkam Polres Salatiga AKP Santosa juga menyampaikan, situasi kontijensi dengan adanya wabah Covid 19 yang meluas ini akan berdampak pada kapasitas tampung rumah sakit untuk pasien.

Disisi lain juga akan berdampak pada kestabilan ekonomi masyarakat, yang disebabkan stok bahan pangan menipis dan bisa memicu angka kriminalitas akan meningkat, terlebih lagi ada 23 mantan napi dari rutan Kota Salatiga, yang mendapatkan asimilasi sudah melakukan aksi kejahatan lagi, Ungkapnya.

Terhitung jumlah pasien hingga saat ini sudah mencapai di zona merah, dengan adanya 7 orang positif virus corona dan 2 orang PDP, 1 orang ODP meninggal dunia. Ini bukti bahwa ancaman akan virus Covid 19 semakin meluas di Kota Salatiga, Tegasnya.

Mengenai situasi secara umum juga disampaikan oleh Kabag Ops Polres Salatiga Kompol Sairi, SH bahwasannya apabila terjadi migrasi warga dari wilayah yang produktif ke wilayah yang tidak produktif akan sangat berpengaruh pada strata ekonomi.

Tactical Floor Game ( TFG ) dalam pelatihan penanganan kontijensi menghadapi peningkatan eskalasi dampak yang meluas akan pandemi Covid 19 di wilayah Kota Salatiga, sudah masuk ke fase kontijensi merah, Tutupnya. (Indra Garuda)