Seorang Kuli Bangunan Nekat Membuat Uang Palsu

.

Seorang Kuli Bangunan Nekat Membuat Uang Palsu

Senin, 18 Mei 2020

Ungaran, bhayangkaraperdana.com - Kasus Uang Palsu (Upal) kembali terjadi di Kabupaten Semarang, kali ini Satuan Reserse dan Kriminal Polres Semarang mengamankan pelaku pembuat Upal di wilayah Kabupaten Semarang, Jumat (15/5/2020).

Tersangka pembuat Uang palsu Sigit adalah Prasetyo (25) asal Dusun kaliulo Rt 05 Rw 06 kelurahan Klepu Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang dan Korban Ajunda Lucky Ardiansyah (19) Ngimbun Rt 07 Rw 03 Kelurahan Karangjati Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang.

Kronologi kejadian disebutkan Kapolres Semarang AKBP Gatot Hendro Hartono, kejadian bermula korban Ajunda Lucky Ardiansyah bermaksud menjual HP second dengan mengupload di akun facebooknya.

Tersangka yang menggunakan akun dengan nama Rizky N mengomentari dengan menanyakan kelengkapan HP tersebut. Setelah dijelaskan tidak ada kerusakan lengkap dengan dos dan kartu petunjuk, tersangka menawar Rp 1.100.000,-. Korban menyetujui dan mengajak COD di depan halte Karangjati.

“Tersangka kemudian mengajak ketemu setelah magrib. Keduanya kemudian bertemu sekitar pukul 18.10, saat itu korban bersama seorang temannya. Setelah transaksi korban langsung pergi, begitu juga korban dan temannya,” ungkap AKBP Gatot.

Sampai di rumah korban menemukan keanehan pada uang yang diterima dari tersangka. Begitu diteliti, uang yang diterimanya ternyata palsu. Dalam perkara ini petugas menangkap tersangka di rumahnya, berikut barang bukti uang palsu dan sebuah printer untuk mencetak uang palsu.

“Total kita amankan uang palsu pecahan Rp100 ribu sebanyak Rp 6,5 juta dari pelaku. Juga 1 buah HP merk Infinic Smart 4, printer Canon, gunting, kertas HVS, dan sepeda motor yang digunakan tersangka beroperasi,” jelasnya.

Disebutkan uang palsu sebanyak Rp 6,5 juta yang diproduksi tersangka menggunakan kertas HVS dan hanya memiliki 7 nomor seri yang berbeda. Perbuatan tersangka, lanjut AKBP Gatot, dijerat UU RI nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 50 miliar.

Sigit saat dimintai keterangan awak media mengatakan, ia tergiur membuat uang palsu karena caranya cukup mudah. Awalnya ia mencari tahu dengan mempelajarinya dari Youtube.

“Saya terpaksa karena butuh uang, sudah 1,5 bulan tidak bekerja karena dampak Corona,” ujar kuli bangunan yang memiliki dua orang anak ini. (Bintang)