TANGISAN TRANSGENDER DALAM WABAH COVID 19

.

TANGISAN TRANSGENDER DALAM WABAH COVID 19

Kamis, 07 Mei 2020
Gambar Ilustrasi

Breaking News, bhayangkaraperdana.com - Masa pandemi Covid 19 atau Virus Corona, membuat kelompok transgender semakin jauh dari ranah perlindungan sosial dari Pemerintah, sementara kebutuhan hidup tanpa mengenal iba.

Kondisi darurat pandemi Covid 19, membuat para transgender kesulitan dalam mengakses Bantuan Sosial (Bansos) dari Pemerintah, dikarenakan terhalang dalam kepemilikan KTP, meskipun KTP bukan menjadikan syarat Negara dalam melakukan atau tidak melakukan kewajiban sebagai warga Negara didalam Konstitusi.

Dalam hal ini juga disampaikan oleh Ketua Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, sebut saja namanya Mami Yulie yang mempunyai nama asli Yulianus Rettoblaut, kelompok transgender sama sekali tidak mempunyai kesempatan untuk mendapatkan Bantuan Sosial dari Pemerintah, apalagi dalam masa pandemi Covid 19 ini, para transgender kehilangan pekerjaannya sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.

Didalam menjalani kehidupan sehari-hari untuk memenuhi biaya hidupnya, diperkirakan hampir 80 persen kelompoknya berprofesi sebagai pengamen, psk dan yang 20 persen berprofesi lain, Ujarnya.

Upaya mendapatkan Bansos, transgender harus memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) agar bisa terverifikasi datanya, namun kelompok waria ini tidak bisa mengakses dalam mendapatkan KTP, dikarenakan penolakan dan stigma yang dialami oleh transgender ditempat asalnya, Terang Mami Yulie.

Ditempat yang berbeda, Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Asfinawati mengatakan tidak sependapat jika dalam kondisi pandemi Covid 19, para transgender tidak bisa mengakses Bantuan Sosial dari Pemerintah, karena terhalang akan kepemilikan KTP.

Kelompok transgender tetap berhak untuk dapat memiliki KTP, apalagi dalam masa pandemi Covid 19, transgender juga berhak mendapatkan bantuan perlindungan sosial dari Pemerintah untuk meringankan beban hidupnya yang terdampak Covid 19, Tandasnya. (Indra Garuda)