TELEVISI MENJADI SAKSI BISU SAAT MEREGANG NYAWA

.

TELEVISI MENJADI SAKSI BISU SAAT MEREGANG NYAWA

Jumat, 08 Mei 2020


Salatiga, bhayangkaraperdana.com - Warga Perum Salatiga Permai meregang nyawa saat menonton televisi diruang tamu, membuat warga Perumahan tersebut tidak mengetahui kalau korban sudah meninggal Dunia dengan muka lebam dan dirongga mulutnya sudah mengeluarkan belatung, pada hari Rabu (06/05/2020).
Korban yang bernama Prihadi Agres Tiwo (70th) warga Perum Salatiga Permai, Gang VI No 132, RT 03 - RW 12, Kelurahan Blotongan, Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga, bekerja sebagai driver Bus disalah satu PO ternama dan korban sudah beberapa bulan terakhir hidup sendiri dirumahnya.
Pada hari Jumat malam (01/05/2020) menurut keterangan warga, korban masih ikut melaksanakan ronda malam dan sempat mengeluh kalau kondisinya sedang sakit.
Kemudian pada hari Senin (04/05/2020) tetangga korban yang bernama Taufik Hidayat sekaligus menjadi saksi pertama ini menuturkan, bahwa dirinya masih melihat korban berjalan menuju warung yang berada didepan rumah korban, dan tidak menemukan kejanggalan pada kondisi korban.
Dan pada hari Selasa (05/05/2020) saksi kedua, Naufal Febrian yang juga warga Perum Salatiga Permai ini menjelaskan, saat dirinya melewati rumah korban usai melaksanakan ronda malam, tepatnya pukul 02.00 Wib, mendapati kondisi rumah korban dengan pintu rumah terbuka dan disangka korban sedang melihat televisi yang berada di ruang tamu sambil tiduran.
Dan pada ke-esokan harinya sekitar pukul 18.30 Wib, Naufal Febrian menaruh kecurigaan terhadap korban yang didapati posisi korban tidak berubah, dengan kejadian itu berinisiatif memberitahukan kepada Taufik Hidayat, kemudian untuk memastikan kondisi korban maka kedua saksi tersebut masuk kedalam rumah korban, namun mendapati kondisi korban yang sudah terbujur kaku dengan muka lebam, maka kedua saksi ini langsung melaporkan kejadian tersebut kepada warga dan Ketua RW setempat, kemudian pelaporan tersebut diteruskan ke pihak kepolisian, Terangnya.
Saksi ke tiga, Sri Hadarini menjelaskan, bahwa korban sudah beberapa bulan ini hidup sendirian dirumah, karenakan istri korban ikut anaknya, sehingga korban tidak ada yang merawat dan saat korban meninggal tidak diketahui langsung.
Dokter Wawan Satya yang berjaga di Puskesmas Sidorejo Lor Kota Salatiga mengatakan, dari hasil visum luar, tidak ditemukan adanya tanda tanda kekerasan pada tubuh korban dan ini murni karena penyakit yang diderita korban, sehingga menyebabkan muka lebam, lidah menjulur dan ada belatung pada rongga mulutnya.
Beberapa hari yang lalu, korban sempat menggunakan Jasa Tim Reaksi Cepat Dinas Kesehatan Kota Salatiga, untuk melakukan pemeriksaan penyakit, dikarenakan korban mempunyai rekam jejak penyakit jantung dan tekanan darah tinggi, Tandasnya.
Sementara itu, korban langsung dilarikan ke RSUD Salatiga, guna menjalani perawatan jenasah dan keluarga korban tidak menghendaki untuk dilakukan otopsi dan korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan prosesi pemakaman. (Indra Garuda)