DANREM 073/MAKUTARAMA KUNJUNGI JEMBATAN TINGGALAN BELANDA

.

DANREM 073/MAKUTARAMA KUNJUNGI JEMBATAN TINGGALAN BELANDA

Minggu, 19 Juli 2020

GROBOGAN, bhayangkaraperdana.com - Disela - sela kunjungannya pada kegiatan TMMD Kodim 0717/Purwodadi di desa Tambakselo Wirosari, Danrem 073/Makutarama Salatiga Kolonel Inf Ari Yuliyanto menyempatkan diri melihat bendungan irigasi peninggalan pemerintah  Kolonial Belanda.

Bendungan yang masih kuat dan megah cukup mengagumkan bahkan  masih nampak adanya aliran air ketika kemarau saat ini.
Bendungan  yang diberi nama Kalubug informasi nya dibangun tahun 1849. Yang waktu itu dalam sejarah Pemerintah Belanda sudah mengajarkan pertanian dengan cara irigasi.

Hal tetsebut dibenarkan oleh Camat Wirosari Drs.Kurnia Saniadi.M.Si ketika mengantar awak MBP kelokasi bendung tersebut. Kamis (16/7/2020 ).

Menurut Camat Kurnia sesuai arahan Danrem 073/ Makutarama bendung tersebut kedepan akan dijadikan cagar budaya disamping fungsi sebagai pengairan masih dilestarikan seperti dulu kala.

" Kita rencana akan membangun dan menata bagian depan bendungan agar nampak indah." Terang Camat Kurnia.

Pihaknya akan tetap bekerja sama dengan pemkab Grobogan sehingga rencana pelestarian situs bisa terwujud dan sekaligus akan menjadikan destiminasi wisata yang rencananya akan dikelola oleh karang taruna desa setempat.
Ditempat terpisah Kepala Dinas Pariwisata kab Grobogan Drs Ngadino MM menjelaskan untuk tahun ini sebenarnya ada 4 titip obyek wisata yang berpotensi menjadi destiminasi wisata desa yang akan mendapat bantuan dari pemerintah.
Hanya saja oleh karena adanya pandemi semua ditunda.

Untuk bendung balibug memang sudah pernah menjadi pertbangan masuk situs budaya.
Oleh karena itu pihaknya berharap agar Kelurahan Wirosari bisa melengkapi administrasi untuk menjadi desa wisata dan memasukkan kalibug sebagai unggulan wisata desa. ( Imam )