GERCINTA Menekan Tingkat Penularan Corona Di Wilayah Bandungan

.

GERCINTA Menekan Tingkat Penularan Corona Di Wilayah Bandungan

Jumat, 14 Agustus 2020

BANDUNGAN, bhayangkaraperdana.com -  Gerakan cuci tangan serentak (Gercinta) yang dilaksanakan di Kecamatan Bandungan mampu menekan tingkat penularan virus Korona. Sebelumnya terjadi terjadi lonjakan jumlah kasus positif Covid-19 dari klaster pasar tradisional pada bulan Juli lalu. Penambahan kasus yang banyak itu menjadikan Bandungan berada di zona merah. 

Pada minggu ke dua Agustus ini, kecamatan wisata di Kabupaten Semarang itu “turun kelas” berada di zona oranye atau beresiko sedang. “Gerakan cuci tangan serentak itu ternyata efektif untuk menekan laju penularan virus Korona. Kita akan terus lakukan dan kesadaran masyarakat juga semakin tinggi,” terang Camat Bandungan Anang Sukoco disela-sela mendampingi kunjungan kerja Bupati Semarang di dua pondok pesantren Bandungan, Kamis (13/9/2020) siang.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Anang, Gercinta dilakukan rutin tiga jam sekali. Setiap hari, warga diimbau mencuci tangan memakai sabun pada jam sembilan pagi, dua belas siang dan jam tiga sore.

 Pelaksanaannya diawasi secara ketat sehingga warga patuh. Pengawasan lebih intensif dilakukan di tiga pasar tradisional yang pernah menjadi episentrum penyebaran yakni Pasar Bandungan, Jetis dan Jimbaran. Hasilnya sejak awal Minggu ke dua Bulan Agustus tidak ada penambahan kasus positif Korona baru. “Kewajiban memakai masker juga kita terapkan secara ketat. Alhamdulillah Bandungan sekarang zonanya turun ke zona oranye,” ujarnya lagi. 

Jumlah kasus positif Covid-19 saat ini, lanjutnya, tercatat 66 kasus. Sebanyak 50 pasien dinyatakan sembuh, meninggal dunia sembilan dan tujuh pasien menjalani isolasi.

Bupati Semarang H Mundjirin yang meninjau pelaksanaan protokol kesehatan di dua ponpes juga menghargai dukungan para pengasuh untuk mencegah penyebaran virus Korona. “Kita berterima kasih atas dukungan para pengasuh ponpes yang bersedia menerapkan protokol kesehatan di lingkungan ponpes,” ungkapnya.

Dua ponpes yang dikunjungi adalah Ponpes Darul Amal Desa Kenteng dan Ponpes Al Masudiyah Jimbaran. Sebelumnya, bupati yang didampingi Kepala Dinkes dr Ani Raharjo MPPM dan ketua TP PKK Hj Bintang Narsasi Mundjirin juga mengunjungi Ponpes Al Iman Sumowono. Pada kesempatan itu, Bupati menyerahkan bantuan masker, sabun cuci tangan dan vitamin kepada pengasuh ponpes.

Sementara itu pengasuh Ponpes Darul Amal Kenteng KH Muwan Adzani menerangkan penerapan protokol kesehatan dilakukan secara ketat. Pasalnya, ratusan santri yang menimba ilmu di sana ada yang berasal dari zona merah kasus Covid-19. “Santri kami ada yang berasal dari Jakarta, Sumatera, Sulawasi dan Kalimantan selain dari wilayah Jawa Tengah. Sebelum masuk ke pondok mereka telah dites kesehatan sesuai anjuran Pemerintah,” paparnya.

Ditegaskan, penerapan protokol kesehatan seperti cuci tangan dan jaga jarak dilaksanakan secara ketat. Dia juga mengatakan penerapan itu tidak mengganggu pelaksanaan belajar mengajar maupun kegiatan ibadah berjamaah lainnya.(rie/Jun)