Patung Situs Lembah Gana Di Tengah Perkebunan Di Karangjati.

.

Patung Situs Lembah Gana Di Tengah Perkebunan Di Karangjati.

Minggu, 27 September 2020


Patung Situs Lembah Gana

Editor : Arie

UNGARAN, bhayangkaraperdana.com — Sebuah Patung situs Arca Ganesha kuno  ditemukan di Karangjati, Kabupaten  Semarang, Jawa Tengah. Situs Arca  Ganesha kuno biasa disebut Patung Situs Lembah Gana yang berada di tengah ladang milik warga.

Penemuan Patung Situs kuno itu berada di dalam lahan milik Sri Mulyani , warga Desa Krajan Karangjati Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, luas tanah kurang lebih 2000 meter persegi, Situs tersebut dalam kondisi bersila. Lahan tersebut kemudian diberi batas dan tanda-tanda sesuai dengan ilmu arkeologi agar lebih aman.

Batu Wayang/ Batu Kelir

Sendang Kamulyan

Patung Situs Lembah Gana dengan tinggi arca Ganesha kurang lebih 1,5 meter persegi hingga kurang lebih 2 meter persegi, di sekitaran lembah Gana adapula Sendang Kamulyan dan Batu Wayang atau Batu Kelir.

Arca Ganesha atau Patung Ganesha atau arca tanpa mahkota itu fersi Gubta, itu fersi teman-teman india yang pernah berkunjung, kata Muhtar Ketua Komunitas Budaya Karangjati Nyawiji saat ditemui , Sabtu(3/9/2020) Siang

Situs Patung Ganesha ini bertempat di daerah Dsn Krajan Desa Karangjati RT 1 RW 8 Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang Jawa Tengah.

Turut mendampingi Plt Lembaga Kesenian Kecamatan Bergas(LKK) Kustono, Penggiat Lingkungan Kelurahan Karangjati, Eko Setiawan, dan Dari Bankom Polres Semarang

Menurut sejarah singkat, " Menurut Dongeng atau cerita leluhur kami, patung Ganesha itu sudah lama adanya dan sering di sebut lembah Gono atau lembah Gana, patung arca ini untuk tolak balak dari hal hal yang bersifat negatif atau pengaruh negatif dan semacam seperti perlindungan untuk lingkungan," ucapnya.

" Awal mula lokasi ditemukan adalah persawahan dan ditemukan dulunya tampak separo badan lalu kami paguyupan Komunitas Budaya Karangjati Nyawiji bersama-sama paguyupan lainnya untuk bekerjasama mengali patung arca agar kelihatan bentuknya, " jelasnya.

" Dengan bersama-sama teman Komunitas Budaya Nyawiji dan komunitas lain sehingga tempat ini bisa menjadi perkebunan sehingga kami gali dan kami tata menjadi sekarang ini lebih baik.

Tempat ini bersama-sama juga pernah untuk ritual agama atau mengenal lebih dalam sejarah .

Dan kami juga membantu orang dari luar untuk ritual agama.

 " Kami dari Karangjati Nyawiji bersama teman-teman pun mempersilahkan ritual agama sedangkan kita tidak menutup kemungkinan untuk di luar sana atau teman atau siapa saja untuk bila ada acara, kami akan membantu menyiapkan segalanya dan di tempat ini kami persilahkan dan kami akan membantu untuk semuanya kelengkapan ataupun keperluan yang akan diperlukan nantinya untuk sendiri dengan teman-teman," ujarnya.

" Warga pertangapan positif baik dan mendukung  walaupun belum 100% akan tetapi mereka akan mendukung adanya situs di desa kami atau di lingkungan wilayah mereka berada," tambah Muhtar.

" Kedepannya Kami akan menjadikan tempat ini sebagai taman lembah Gana atau taman lembah edukasi dan arkeologi yang nantinya akan menjadikan semacam percontohan untuk wilayah sekitar kami  hingga meluas ke wilayah yang lain, " jelasnya.

ini akan menjadi distinasi nantinya kami akan menyediakan semacam seperti museum atau perpustakaan 24 jam untuk budaya dan tradisi untuk semuanya, " paparnya.

" Dan Kami juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah dan selalu bersinergi dalam pengelolahan situs ini," pungkasnya.(Tim)