WARGA DESAK AGAR PEMKAB BUKA TEMBOK KEMBALI ANCAM TIDAK GUNAKAN HAK PILIHNYA PADA PILKADA NANTI

.

WARGA DESAK AGAR PEMKAB BUKA TEMBOK KEMBALI ANCAM TIDAK GUNAKAN HAK PILIHNYA PADA PILKADA NANTI

Senin, 14 September 2020



 GROBOGAN, bhayangkaraperdana.com - Warga RT 06, 07,10 dan 11 RW 16 Kelurahan Purwodadi kec Purwodadi desak pemkab Grobogan agar membuka kembali pintu pagar eks terminal transit angkot kota yang beberapa bulan kemarin  sempat ditutup batu bata plester oleh pemkab Grobogan.

Warga keberatan dengan dengan penutupan tersebut. Pasalnya  disamping menghambat usaha warga, akses ketika mau ke pasar indukpun juga terganggu. Karena pintu itu akses yang paling mudah dan cepat menuju ke pasar induk 

Dengan ditutupnya warga harus memutar lewat jalur lain yang cukup jauh dan kurang efektif 

Hal tersebut dibenarkan oleh Sigit ( 53 th) warga RT 11 RW 16 Soponyono Kel Purwodadi.

Bahkan dirinya dan warga lainnya tidak akan menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada 9 Desember mendatang.

Ketika dikonfirmasi lebih dalam oleh awak MBP Senin (14/9) dirinya menuturkan bahwa penutupan tembok jelas menghambat warga ketika mau ke pasar induk.

" Warga sini banyak yang menggantungkan hidupnya untuk beraktivitas di pasar induk Purwodadi,kalau jalur utama ditutup jelas warga repot untuk ke sana, " Tutur Sigit 

Bahkan Sigit dan rekan - rekannya selaku pengurus Ranting salah satu Parpol akan tidak hadir dalam Pilkada nantinya bila mana tembok tersebut tidak dibuka kembali.

Hal sama juga disampaikan oleh Tomas (60) warga RT 11/RW 16 yang mengalami penurunan berat usaha parkirnya paska penutupan tembok tersebut. Dirinya pasrah tidak bisa menjalankan parkir.

Menurutnya sebelum ditutup banyak warga yang mau ke pasar induk kendaraannya diparkir di tempatnya.

Tetapi dengan kondisi sekarang dirinya merasa berat.Padahal pemkab juga menaikkan sewa parkir ditempat usahanya.

Dan banyak warga lain yang mengeluhkan dengan penutupan tersebut seperti Agus dan Purnomo yang mendesak pemkab agar membuka kembali jalan tersebut.

Bahkan sangat membahayakan kalau anak kecil harus rela naik tangga untuk lewat kesana.

Dan informasinya warga akan mengadakan aksi buka jalan kembali bila mana tuntutan warga tidak dipenuhi oleh pemkab Grobogan. (imam )