Anak Usia 14 Tahun mampu Taklukkan GUNUNG LAWU

.

Anak Usia 14 Tahun mampu Taklukkan GUNUNG LAWU

Rabu, 14 Oktober 2020

 

GROBOGAN, bhayangkaraperdana.com - Siapa yang tidak tahu megah dan indahnya Gunung Lawu. Disamping pemandangannya yang mempesona Gunung Lawu yang terletak diperbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur ini menyisakan sejuta misteri.

Pasalnya kejadian aneh dengan suara misteri adanya pasar setan, penampakan mahluk lain terkadang dialami dan disaksikan oleh para pendaki Tidak hanya itu  kerasnya alam dengan bebatuan terjal, suhu udara yang ekstrim hingga 5 derajat bahkan dibawah nol derajat bisa terjadi disana. 

Ada pendaki yang tidak tahu arah hingga berhari - hari berada di hutan bahkan tersesat. Dan informasi sudah banyak korban yang kehilangan nyawa ketika mau mencoba  mendaki dan menaklukkan Gunung Lawu 

Azka Faradis anak usia 14 tahun pelajar SMP Islam Al Firdaus ini dengan semangat berlatihnya telah mampu menaklukkan Gunung Lawu.

Beserta 3 rekannya sekolah Hafid, Zaky dan  Irfan Abdullah mereka mampu menaklukkan Gunung Lawu. Dengan dipandu instruktur yang mendampinginya mereka mampu melawan dinginnya udara di Gunung Lawu dan dasyatnya badai serta hujan ketika berada disana.

Seharian penuh mereka berjalan menyusuri hutan dengan bebatuan yang terjal dan licinnya medan hingga mampu sampai puncak Gunung Lawu, Mereka langsung bersandar di tugu  puncak Gunung Lawu yang dibuat oleh TNI Kopassus sebagai tanda peringatan bagi para pendaki kalau sudah sampai puncak Gunung Lawu.

Menurut keterangan Azka Faradis kepada awak MBP dirinya sebelum berangkat sesuai arahan instruktur harus ketat menjalankan latihan rutin baik fisik dan mental dirumah.

Dengan dilatih dan dipandu ayahnya, Azka tiap pagi selama 2 jam menjalankan olah raga fisik dan bimbingan mental dari orang tuanya.

Ayahnya yang juga aktif di Kepanduan yang tiap tahunnya juga ada kegiatan pendakian gunung, sehingga karakter dan situasi selama pendakian diberikan kepada anaknya.

" Memang butuh mental yang kuat dan tertata selain fisik yang prima bagi para pendaki." Terang Imam ayahnya Azka Faradis.

Disamping itu pendaki harus berpikir positif dan tidak boleh merusak alam, karena alam itu adalah mahkluk yang juga punya karakter serta sifat yang kita semua tidak tahu karakter dan sifatnya. Untuk itu selama mendaki kita harus menghormatinya." Imbuhnya.

" Pengenalan anak terhadap Allah SWT bisa dengan cara mendaki gunung. Disana anak pasti butuh pertolongan Allah SWT karena ganasnya alam sekitar dan kondisi lingkungan yang serba baru buat anak.

Disamping itu anak akan menyaksikan langsung kuasaNya dengan menyaksikan alam yang indah serta luas dan nyata tidak di TV ataupun majalah yang dibacanya.

Meskipun pendakian baru perdana dan target langsung Gunung Lawu rasa cemas pasti ada .Apalagi ketika  perjalanan awal mendakian dari cemara sewu sudah terdengar khabar  disana hujan deras dan angin yang cukup kencang.

" Berbekal dengan latihan rutin dan do' a yang kuat saya pasrah anak saya dan Tiemnya Insya Allah bisa mengatasi medan dan alam selama pendakian  " Terang Imam.

Azka Faradis ketika ditanya MBP Selasa (13/10) menuturkan bahwa dimasa pandemi saat ini dengan sistem belajar daring terkadang dirinya merasa jenuh dan bosan. Guna mensikapi hal tersebut secara positif kelompok belajarnya mencoba untuk berpetualang dan

 sekaligus mencoba mentadzaburi alam dengan cara mendaki gunung.

" Alhamdulillah kegiatan pendakian bisa terlaksana meskipun capek dan lelah." Terang Azka.

Hanya saja semua terobati ketika saya bisa menyaksikan indahnya semesta alam dari puncak Gunung Lawu. Dan satu pengalaman dalam hidup saya bisa melihat burung jalak Lawu yang selalu mendekati saya dan katanya dia burung penunjuk arah bagi setiap pendaki. Untuk itu benar pemerintah kalau burung itu tetap dilindungi dan dilestarikan," Imbuhnya ( imam )