HAMA TIKUS SERANG PETANI JAGUNG

.

HAMA TIKUS SERANG PETANI JAGUNG

Minggu, 04 Oktober 2020

 GROBOGAN, bhayangkaraperdana.com - Akibat serangan hama tikus banyak petani yang mengalami kerugian.Pasalnya petani yang seharusnya menikmati masa panen harus gigit jari karena kedatangan ratusan binatang tikus disawah mereka.

Dalam waktu sekejap atau hitungan jam serangan hama tikus mampu menghabiskan jagung diareal lahan sekitar 1/4 Ha. Tanaman jagung yang tinggal menunggu proses panen dengan cara dibiarkan kering disawah beberapa hari ternyata menjadi sasaran empuk hama tikus.Sehingga tanaman jagung porak poranda dan habis tinggal bonggol jagung saja.

Hal tersebut dialami oleh Ngatimen (57) petani asal Dusun Sukoharjo Desa Krangganharjo Toroh. Ketika diwawancarai awak MBP Minggu ( 4/10/2020 ) 

Pihaknya terkejut melihat pemandangan disawahnya, dengan kondisi tanaman jagung yang habis tinggal bonggolnya saja. Ngatimen menuturkan dengan kondisi tanaman jagung yang gagal panen dirinya merugi hingga jutaan untuk masa tanam jagung tahun ini.

" Sama seperti tahun kemarin dengan kejadian yang sama menjelang panen ada serangan hama tikus." Jelas Ngatimen.

Hal sama juga dialami Pardjo (32) yang tahun ini gagal oleh karena serangan hama tikus.

Berbeda dengan Narto (42) yang begitu ada serangan hama tikus disawahnya dirinya segera menghubungi keluarga dan tetangganya untuk segera memanen jagung miliknya.

Meskipun malam hari Narto rela untuk memanen jagungnya dari pada habis dimakan hama tikus.

Dan proses memanen hingga larut malam sampai pukul 02.00 Wib

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Desa Krangganharjo Jasminto yang mengakui warga desanya sering mengeluhkan masalah hama tikus.

Padahal setiap tahunnya Pemdes Krangganharjo sudah menganggarkan dana untuk gropyokan tikus secara massal.

" Memang hama tikus sepertinya sulit untuk diatasinya, meskipun sudah ada gerakan gropyokan tikus. Dan juga pembuatan rumah burung hantu.Kedepan pembuatan rumah burung hantu akan dilaksanakan dengan penambahan jumlahnya." Terang Jasminto.

Hal tersebut dibenarkan oleh Sekdin Dinas Pertanian Imam Sudigdo S.Pt MM yang sering menyampaikan ke kelompok tani setiap ada pertemuan, bahwa hama tikus bisa diatasi dengan cara alami yaitu penengkaran burung hantu. (Imam)