KALIBOK LAYAK JADI TEMPAT WISATA

.

KALIBOK LAYAK JADI TEMPAT WISATA

Minggu, 04 Oktober 2020

 

GROBOGAN, bhayangkaraperdana.com - Adanya saluran irigasi Kalibok peninggalan Belanda ( VOC ) di Kelurahan Wirosari Kec Wirosari sempat membuat jajaran TNI tergugah untuk melestarikannya bahkan berencana untuk membersihkan sekitar lokasi. Dengan demikian Kalibok bangunan peninggalan Belanda ini kedepan layak menjadi tempat cagar budaya sekaligus tempat wisata.

Hal tersebut dibenarkan oleh Camat Wirosari Drs.Kurnia Saniadi M.Si ketika ditemui awak MBP Sabtu ( 3/10/2020 ).

Menurutnya setelah adanya  kunjungan  Perwira Tinggi Mabes TNI dan jajarannya, ketika melaksanakan TMMD sempat melihat Bangunan Kalibok. Begitu menyaksikan kondisi yang ada pihaknya nerasa tergugah untuk menjadikan Kalibok sebagai tempat cagar budaya dan tempat wisata.

Bahkan saat ini meskipun dengan tenaga dan dana gotong royong sudah dimulai penataan Kalibok, sehingga wajah Kalibok sudah nampak cantik.

Beberapa tanah mulai diratakan dan semak serta tanaman pengganggu sudah dibersihkan sehingga wajah Bendung dan saluran irigasi Kalibok sudah nampak terlihat jelas dari tepi jalan raya. Sedangkan dengan adanya penataan tanah dibibir sungai kondisi dan wajah Kalibok sudah jauh berubah dari kondisi sebelumnya.

Ada 8 bangunan kios yang sudah dibersihkan yang dulu memang sempat dipakai untuk pasar genting dan batu bata. Dengan dibersihkannya kios tersebut pemandangan wajah Kalibok nampak lepas dan tambah indah.

Menurut Lukito ( 52 th ) Ketua RT 01/06 Ledok Wirosari warga disini beserta karang taruna terus bersemangat dalam menata dan membersihkan Kalibok. Menurutnya pembongkaran kios memang atas kesadaran pemiliknya yang mereka sudah bisa memahami status tanah yang ada dan bukan miliknya.

Sehingga sewaktu waktu tanah dipakai untuk program pemerintah pemilik kios siap untuk pindah.

Apalagi ini merupakan program bagus yang akan menjadikan Kalibok kedepan sebagai tempat wisata. Pasti usaha dan ekonomi juga akan berkembang disana

Camat Wirosari menuturkan untuk penataan dan pembersihan Kalibok saat ini semuanya baik dana dan tenaga adalah gotong royong.

" Ada Relawan Hijau yang terdiri dari TNI masyarakat peduli lingkungan serta warga sekitar yang saat ini terus berjuang menata Kalibok sebagai bentuk kepedulian terhadap bangunan lama yang layak dikelola sebagai tempat wisata dan cagar budaya." Jelas Camat Wirosari.

Memang sudah ada upaya untuk membuat proposal terobosan keatas agar dapat bantuan dalam memperbaiki dan menata Kalibok ini." Jelas Kurnia.

Kalibok yang memiliki panjang 150 meter dengan lubang 139 buah dibangunan cukup indah dan menarik untuk dikunjungi.

Bangunan irigasi dan bendung yang menurut warga sudah berusia ribuan tahun ternyata masih gagah dan kuat serta masih nampak mempesona untuk dipandang.

Bangunan yang ada sejak jaman VOC berada di Indonesia ini memberikan inspirasi bahwa Indonesia memang negara yang subur dan makmur serta pertanian dengan pola irigasi memang sudah ada sejak jaman dulu. (Imam)