Menghadapi MT1 Pupuk Di Kab. Grobogan Cukup Tahun 2020 ada 77 Ribu Ton.

.

Menghadapi MT1 Pupuk Di Kab. Grobogan Cukup Tahun 2020 ada 77 Ribu Ton.

Kamis, 29 Oktober 2020

 GROBOGAN, bhayangkaraperdana.com - Menghadapi musim tanam satu ( MT1 ) stok pupuk di Kab Grobogan cukup. Artinya ada peningkatan dibanding tahun kemarin yang semula 76 ribu ton, untuk tahun ini meningkat menjadi 77 ribu ton.

Mengenai adanya informasi pupuk langka sebetulnya tidak benar. Hanya saja selama ini pengecer masih ragu dan ketakutan memberikan pupuk ke petani tanda memiliki kartu tani.

Demikian keterangan yang disampaikan DR Sunanto Plt Dinas Pertanian kab.Grobogan pada acara ramah tamah dan sharing pendapat dengan jajaran IPJT ( Insan Pers Jawa Tengah ) cabang Grobogan Senin (26/10/2020) di RKG (Rumah Kedelai Grobogan) Jalan Raya Purwodadi - - Solo KM 4 Sukorejo Toroh.

Sunanto juga menambahkan meskipun per tanggal 1 September 2020 Kartu Tani sudah dicabut gejolak petani masih ada dan BRI sendiri juga belum siap.

" Sejak adanya surat dari Kementan kita segera gergerak dan mensosialisasikan ke pengecer bahwa petani bisa dilayani tanpa menggunakan kartu tani, " Terang Sunanto.

Ditanyakan oleh Imam  Suranto selaku Divisi Humas IPJT Grobogan soal letak kekawatiran dan ketakutan pengecer dibagian mana Plt Ka Dinas Pertanian Sunanto menjelaskan ketakutan itu soal harga. Artinya harga pupuk Urea mencapai harga Rp.300 .000,00 sedangkan kalau beli dengan subsidi hanya diharga Rp.90.000,00 .

Jadi selisih harga yang fantastis membuat pengecer ragu dan ketakutan kalau tidak dibayar oleh pemerintah. Dengan gerak cepat dan memberilan penjelasan serta inovasi bimbingan kebawah kondisi pupuk saat ini sudah berangsur pulih dilapangan.

" Masalah pemahaman yang harus pakai kartu tani untuk mendapatkan pupuk sekarang sudah bisa diatasi." Terang Sunanto yang saat ini masih aktif menjabat sebagai Ka.Dinas Petahanan Pangan kab Grobogan.

Untuk MT1 saat ini dinas pertanian sudah punya data daerah  mana saja yang membutuhkan pupuk.

Baik untuk tanaman padi, jagung dan tanaman palawija lainnya.Bahkan stok digudang  masih ada 8.000 Ton yang harus segera diambil oleh petani.

Sedangkan PT Pusri dan PT Petrokimian yang ada di Grobogan sebagai distributor tetap berbegang pada RDKK ( Rencana Divinitif Kebutuhan Kelompok ) tani dimasing - masing kelompok.

Untuk itu sebaiknya petani diwajibkan masuk dan aktif sebagai anggota kelompok tani di desanya masing - masing.

Sehingga kebutuhan pupuk bisa dipenuhi dalam pengajuan RDKK nantinya. Dan kendala petani yang masih bingung serta tidak mau mendaftar terkadang masih sering dijumpai dilapangan. (Imam)