Menyalip Sebelah kiri Truk Tronton Pengendara sepeda Motor Meninggal Dunia Ditempat

.

Menyalip Sebelah kiri Truk Tronton Pengendara sepeda Motor Meninggal Dunia Ditempat

Rabu, 11 November 2020

 

Ungaran, bhayangkaraperdana.com - Jalan umum Ungaran menuju Bawen tepatnya di pertigaan Merak Mati turut Kel. Harjosari Kec. Bawen Kab. Semarang kembali terjadi kecelakaan sepeda motor dan mengakibatkan korban jiwa meninggal, Selasa (10/11/2020) malam.

Kecelakaan lalulintas antara Sepeda motor Yamaha Mio nopol AD 2605 BY  yang dikendarai oleh Hety Mayasari (28) Alamat Gading Rt. 003/002 Kel. Tuntang Kec. Tuntang Kab. Semarang, dengan Kendaraan Isuzu Tronton Nopol H 1812 DH yang di kemudikan Joni Irnawan (34), asal Kedungsuren Rt. 005/002 Kec. Kaliwungu Selatan Kab. Kendal.

Kasat Lantas  Polres Semarang AKP M. Adiel Aristo, melalui Kanit Laka Polres Semarang Ipda Wardoyo  menerangkan bahwa kronologi kejadian terjadinya kecelakaan lalulintas ini Sepeda motor Yamaha Mio  dengan Nopol AD 2605 BY melaju dari arah Ungaran menuju ke Bawen di lajur kiri sesampainya ditempat kejadian perkara bermaksud mendahului 

Kendaraan Isuzu Tronton nopol H 1812 DH yang melaju searah dilajur kanan. Karena jarak terlalu dekat, akhirnya oleng ke kanan dan terjatuh sehingga terjadilah kecelakaan lalulintas.

" dari keterangan saksi dan olah kejadian oleh petugas kami bahwa pengendara Sepeda motor bermaksud ingin mendahului truk tronton dilajur sebelah kiri karena terlalu dekat dengan truk tronton pengendara sepeda motor oleng dan terjatuh masuk di sela roda belakang sebelah kiri truk tronton dan mengakibatkan kecelakaan lalulintas yang mengakibatkan korban dalam hal ini pengendara sepeda motor meninggal dunia dengan luka serius di bagian kepala," jelas kanit Laka Polres Semarang.

" kami dari Satuan Lalu lintas Polres Semarang menghimbau kepada masyarakat penguna jalan khususnya pengendara roda dua tetap mengutamakan keselamatan dalam berkendara serta fokus saat berkendara karena kecelakaan lalulintas sering didominasi oleh pengendara roda dua,"imbuh Ipda Wardoyo. (bintang)