NAAS TERTIMPA POHON SAAT BERSEPEDA

.

NAAS TERTIMPA POHON SAAT BERSEPEDA

Kamis, 03 Desember 2020

GROBOGAN, bhayangkaraperdana.com - Seorang yang sedang  pesepeda naas nasipnya. Pasalnya dia meregang dan tewas   setelah tertimpa pohon lamtoro, kemarin. Insiden ini terjadi ketika korban mengayuh sepedanya saat hujan deras disertai angin.

Dari informasi yang diperoleh, peristiwa tersebut pertama diketahui oleh Matoyik (40), warga Dusun Gareh, Desa Ngabenrejo, Kecamatan Grobogan. Saat itu, dirinya sedang melintas di jalur antara Dusun Temon, Desa Temon, Kecamatan Brati dengan Dusun Gareh, Desa Ngabenrejo, Kecamatan Grobogan.

Sesampainya dekat lokasi, kurang lebih 50 meter, ia melihat korban bernama Tutik (56), warga Dusun Gareh, Desa Ngabenrejo, Kecamatan Grobogan, menaiki sepedanya di atas jembatan yang masih masuk wilayah Desa Temon, Kecamatan Brati.

Dalam kondisi masih hujan deras disertai angin, tiba-tiba sebuah pohon lamtoro tumbang dan mengenai korban.

Peristiwa tersebut sangat cepat sekali. Melihat kejadian tersebut Matoyik berusaha menolong, namun ia tidak bisa mengangkat pohon tersebut karena ukurannya yang  terlalu besar.

Disamping itu jarak antara pohon dengan korban sekitar 8 meter. Sehingga korban tidak bisa menghindar.

Tak berapa lama, Matoyik bersama warga lainmya bersama-sama mengevakuasi pohon berdiameter 15 centimeter dan lingjar pohon 65 centimeter tersebut. Setelah itu, mereka menolong korban. Namun, ternyata korban sudah meninggal dunia.

Hal tersebut dibenarkan oleh Sutiyono ( 35 thn ) keluarga korban yang menyatakan korban ketika kejatuhan pohon setelah pulang kerja.

" Ketika terjadi hujan disertai angin Tutik tidak mau berteduh dan masih terus mengayuh sepedanya puaalang ke rumah." Tutur Sutiyono.

Jenazah korban lalu dibawa ke rumahnya oleh para warga yang menolong . Usai mengantarkan jenazah korban, warga langsung melaporkan kejadian kepada Kadus Gareh, Hadi Suwiknyo terkait insiden tersebut. Laporan tersebut dilanjutkan ke Mapolsek Brati, dimana lokasi kejadian masih ikut wilayah hukum Polsek Brati.

Mendapatkan informasi dari masyarakat, petugas Polsek Brati bersama Tim Inafis Polres Grobogan mendatangi lokasi kejadian. Sementara, tim medis dari Puskesmas Grobogan melakukan pemeriksaan terhadap korban.

“Dari pemeriksaan tim medis, korban dalam keadaan meninggal dunia, terdapat bekas benturan di kepala bagian kanan, luka di atas pelipis mata sebelah kanan, sebagian tubuh memar dan bengkak, tulang punggug patah dan telinga kanan kiri mengeluarkan darah,” jelasnya.

Iptu Zainal menjelaskan, penyebab meninggalnya korban yakni murni kecelakaan akibat tertimpa pohon. Pihak keluarga mengaku ikhlas dengan kematian korban dan menolak dilakukan autopsi.

Usai pemeriksaan, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (Imam)