Pemdes Mranak Demak Studi Lapangan di Balai Nakula Sleman

.

Pemdes Mranak Demak Studi Lapangan di Balai Nakula Sleman

Rabu, 30 Desember 2020

 

Demak, bhayangkaraperdana.com  -  Pemerintah Desa Mranak Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak kunjungan Studi Lapangan di Balai Nakula Komplek Embung Senja,Sleman Yogyakarta,Selasa (29/12/2020)

Dalam kunjungan Studi Lapangan di Balai Nakula Komplek Embung Senja ,Wartiwi Kepala Desa  Mranak bersama rombongan,pengurus Bumdes Citra Gemilang disambut oleh Wahhudi Djaja,SS,M.Pd,Direktur Bumdes  Tirta Tirto Mlati,Sleman Yogyakarta dengan penuh familier.

Sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 kedudukan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) tak lagi hanya sebagai badan usaha, tapi juga merupakan badan hukum.

Posisi ini selain memperkuat bargaining position Bumdes, juga memberi peluang bagi Bumdes untuk lebih mengepakkan sayap usahanya agar lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Wahjudi Djaja di saat menerima kunjungan dari Pemdes Mranak Kecamatan Demak,Kabupaten dalam penjelasan menyampaikan, " bahwa Bumdes dalam usahanya membutuhkan pengurus  yang tidak saja visioner, tapi juga bertanggung jawab, mau bekerja keras,dan jujur dalam berbagai aspek pengelolaannya,karena peranan Bumdes di era sekarang sangat strategis," ucapnya.

Di depan rombongan terdiri dari perangkat desa, Bumdes, BPD dan Karang Taruna yang dipimpin Kades Mranak, Wartiwi, Wahjudi  Djaja,SS,M.Pd mengatakan dengan dikeluarkannya Permendesa PDTT Nomor 13 Tahun 2020,Kades dan Bumdes memiliki keleluasaan dalam mendesain program yang benar-benar sesuai karakter potensi dan menyasar kebutuhan masyarakat,” papar Wahjudi Djaja, dosen STIE Pariwisata API Yogyakarta dan anggota Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS).

Kades Mranak, Wartiwi, menjelaskan, dengan potensi alam, tradisi, budaya, sejarah, agrowisata, Mranak berpeluang besar menjadi pemain wisata yang handalkan.

“ Kami mengajak pengurus Bumdes Citra Gemilang untuk studi lapangan ke Bumdes Tirtamas agar memperoleh ilmu dan pandangan baru dalam hal manajemen dan pengelolaan potensi wisata," tuturnya

Direktur Bumdes Citra, Haryo, terkait program smart village, Wahjudi Djaja menyampaikan Bumdes bisa memainkan peran penting dalam hal penyediaan kebutuhan warga, terutama kuota internet,” tandasnya.

Bila dihitung belanja kuota internet warga per hari, per bulan, per tahun, betapa itu sangat besar. Dan ada solusi terbaik yang bisa ditempuh antara lain dengan membangun infrastruktur internet.

 “Ini bahkan dicantumkan dalam Permendesa Nomor 13 Tahun 2020,” papar Business Development Director Smart Connect.

Studi lapangan diakhiri dengan diskusi, peninjauan kompleks Embung Senja, tukar-menukar cindera mata dan berfoto bersama.( Adhi.S)