RUMAH ZAKAT BANGUN RAIN HARVEST UNTUK CEGAH BAHAYA KEKERINGAN

.

RUMAH ZAKAT BANGUN RAIN HARVEST UNTUK CEGAH BAHAYA KEKERINGAN

Rabu, 02 Desember 2020

 

GROBOGAN, bhayangkaraperdana.com - Desa Karanglangu Kecamatan Kedungjati adalah salah satu desa di Kabupaten Grobogan yang menjadi langganan kekeringan semasa musim kemarau. 

Desa yang berbatasan langsung dengan Boyolali ini sering merasakan dampak kekeringan pada musim kemarau.Padahal musim kemarau baru saja datang. Meskipun Pemkab Grobogan sudah berusaha membantu dengan mendatangkan tangki air bersih, namun hal tersebut dirasa belum bisa menyelesaikan masalah kekeringan di desa tersebut.

Dengan melihat kejadian tersebut Rumah Zakat mencoba menghadirkan solusi kepada masyarakat dengan membangun Rain Harvest di lingkungan RT 04 RW II, tepatnya di Musholla An - Ni'mah Desa Karanglangu. 

Menurut Nurmansyah selaku penanggung jawab program tersebut, pada prinsipnya kerja dari rain harvast ini adalah memanfaatkan dan menampung air hujan sebanyak - banyaknya dan disimpan sebagai persediaan dikala musim kemarau melanda. 

Dan di musim hujan kali ini adalah waktu yang sangat tepat untuk menerapkan program rain harvast ini, dimana dengan curah hujan yang cukup tinggi memungkinkan warga untuk menyimpan air hujan secara maksimal. 

Air hujan adalah air murni yang sangat bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dikala musim kemarau akan datang. Dengan cara air hujan di saring dengan saringan sederhana yang telah dimodifikasi lalu ditampung sebanyak - banyaknya di tangki air yang telah kami sedikan.

" Penyaringan ini selain bisa memisahkan air hujan dari kotoran - kotoran yang mungkin terbawa, juga agar memungkinkan air hujan yang ditampung tidak akan menimbulkan bau ketika disimpan dalam jangka waktu yang lama. Setelah itu ketika musim kemarau tiba, masyarakat bisa mengambil air dari tangki tersebut." Terang Nurmansyah.

Ditambahkannya  dengan cara kerja yang sederhana ini bahan - bahan penyaring yang mudah didapat juga akan memungkinkan masyarakat untuk memodifikasi cara kerja rain harvast ini untuk bisa diterapkan di rumah warga masing - masing. " tutur Nurmansyah

Masyarakat dan pemerintah Desa Karanglangu sangat berantusias dengan adanya program Rain Harvast yang dipelopori oleh Rumah Zakat. Antusiasme warga ditunjukkan lewat gotong royong selama program ini berlangsung. Mereka berharap program baru yang dipelopori Rumah Zakat ini menjadi jalan keluar bagi masyarakat ketika musim kemarau tiba. 

"Alhamdulillah, Rumah Zakat mengadakan program rain harvast ini. Program menampung dan menyimpan air hujan sebagai persediaan musim kemarau, yang mungkin tidak kita fikirkan sebelumnya. Semoga program ini menjadi solusi bagi kami dalam menghadapi musim kemarau yang akan datang," tutur Muhammad Su'ud ketua RW II Desa Karanglangu. 

Selain memberikan perangkat pemanen air hujan berupa bantuan tampungan air 4000 liter dan perangkat penyaring air hujan, Rumah Zakat juga memberikan dua alat elektrolisa kepada masyarakat Karanglangu. 

Alat elektrolisa ini adalah alat untuk memecah sifat asam dan basa yang ada dalam air hujan. Dimana air basa dari air hujan yang dihasilkan dari proses elektrolisa ini bisa langsung dikonsumsi walaupun tanpa melalui proses pemasangan / dimasak terlebih dahulu. Selain itu alat yang dibuat sedemikian rupa ini akan mampu memisahkan air hujan yang bersifat asam, yang dapat dimanfaatkan untuk anti septik, nano spray dan banyak manfaat lainnya.

Dengan adanya dua perangkat pemanen air hujan yang telah diresmikan pada 1 Desember 2020 ini menjadi paket lengkap untuk masyarakat yang diberikan oleh Rumah Zakat, dengan harapan agar masyarakat mampu bertahan di kala musim kemarau melanda.( Imam )