Penyelidikan Kasus Penganiayaan Yang Tak Pasti Oleh Polsek Obi Laiwui Kini Dipertayakan Korban.

.

Penyelidikan Kasus Penganiayaan Yang Tak Pasti Oleh Polsek Obi Laiwui Kini Dipertayakan Korban.

Kamis, 11 Maret 2021

 

LABUHA, bhayangkaraperdana.com - Dugaan tindak pidana penganiayaan oleh korban yang berasal dari desa madopolo dimanah pelaku juga seorang masyarakat desa madopolo seorang guru kejadian pada rabu tanggal 12 Februari 2020 sekitar pukul 18.00 wit bertempat di desa madapolo kecamatan obi utara kabupaten halmahera selatan, di manah Kasus ini sudah terlalu lama tapi, seolah didiamkan oleh polsek sehingga korban pun sudah mengeluarkan biaya pengurusan sebesar 6 juta rupia itu uang tranportasi dalam pengurusan kasus tapi, hingga sekarang tak tuntas kasusnya

Kini Korban penganiayaan yang di alami Rusnia Lambia salah satu warga desa madopolo, Kec,Obi Utara Halsel menuntut keadilan kepada kepolsek Obi Laiwui di manah kasus ini sudah hampir satu tahun lamanya hingga saat ini korban merasa loporanya tidak ditindak lanjuti oleh pihak polsek obi 

Pada Media ini korban memaparkan, Kamis (11/3/2021). Pukul 12 : 00 WIT di Kantor Sekber (FPII) Korwil Kab, Halsel Bahwa tanah itu milik orang tuanya hanya saja yang berkebun bukan kita tapi, orang lain dari hasil tanaman itu harus di bagi dua dengan orang yang berkebun jadi jumlah total taman yang ditanam itu 300 pon cuma, karna saya berpikir keluarga dari 300 pon saya ambil cuma 46 pohon saja dari 46 saya jual 20 pohon untuk anak saya yang sekollah namun si yamin larang saya jual jadi saya datangi dia mau tanya kiapa gana larang saya jual itu cinke begitu saya taya siyamin ini langsung ramas leher saya sampe bangka di leher, kening dan kepala saya sakit," Kata Korban Rusnia Lambia

Iptu Kris Tofel, S.Tr.K. saat di konfirmasi lewat whatsapp, Kamis (11/3/2021) sekitar pukul 12: 07 WIT, Ia membenarkan bahwa 

Kasus ini sudah lama dan itu dari bulan februari tahun 2020.  

Dilaporkan, Jumat, Tanggal 14 Februari 2020 di Polsek Obi Waktu kejadian : Pukul 18.00 WIT Tempat kejadian Desa Madapolo Kecamatan Obi Utara Pelapor - Rusnia Lambia, 50 tahun, islam, irt, perempuan, desa madapolo keca obi utara usw desa marabose kec bacan kab halsel. Terlapor : Yamin, 53 tahun, islam, guru, laki-laki, dess madapolo kec obi utara dan saksi-saksi Gamaria, 59 tahun, islam, irt, perempuan, desa madapolo kec obi utara," Katanya

Kronologis kejadian pelapor mendatangi rumah terlapor tepatnya di desa madapolo kedatangan pelapor yakni ingin koordinasi terkait permasalahan sengketa lahan antara pelapor dengan terlapor, ketika pelapor tiba di rumah terlapor seketika itu juga pelapor dengan suara lantang sambil mengadu mulut dengan terlapor, dan   pada kepala bagian belakang dan dada bagian kanan sehingga pelapor merasa tidak puas dan melaporkan kejadian tersebut ke polsek obi guna di tindak lanjuti. 

"Langkah-langkah yang di ambil polsek menerima laporan, Membuat STPL, membuat surat keterangan visum/VER membuat Undangan Klarifikasi

Pers Polsek Obi Melakukan mediasi / pendekatan restorative justice untuk terciptanya keadilan dan keseimbangan bagi pelaku serta korbannya sendiri yang dimana pertimbangan masih adanya hubungan kekeluargaan

Sambungnya dia Catatan Bahwa atas kejadian tersebut ini pada hari Senin tanggal 17 Februari 2020 pukul 10.00 wit bertempat di ruang penjagaan polsek obi telah dilakukan mediasi antara pelapor / korban dengan terlapor," Ucapnya 

Dari hasil mediasi berdasarkan penjelasan korban / pelapor bahwa dirinya terjatuh karena di aniaya oleh terlapor sehingga terjatuh dan mengakibatkan korban / pelapor mengalami kesakitan pada bagian kepala dan dada bagian kanan. 

"Sementara berdasarkan penjelasan terlapor dan saksi bahwa terlapor tidak melakukan penganiayaan hanya saja mendorong hingga korban / pelapor terjatuh serta tidak mengalami luka 

Bahwa ketika sedang dilakukan mediasi oleh unit penjagaan polsek obi hal ini tidak adanya titik temu mengingat masing-masing pihak berpegang dengan asumsi mereka. 

Ia juga menambahkan mengingat antara korban dengan terlapor masih adanya hubungan keluarga sehingga unit penjagaan polsek obi telah memberikan waktu untuk mediasi antara sesama keluarga baik masalah sengketa lahan maupun dugaan tindak pidana penganiayaan 

Lanjut dia setelah di berikan waktu mediasi antar keluarga untuk pelapor maupun terlapor namun hingga saat ini masing-masing pihak terutama pihak pelapor tidak lagi kembali melaporkan ke polsek obi," Tandasnya (M Amin)