DI MASJID BAITUL MUSLIMIN, SERDIK SESPIMEN ANGKATAN 61 CERAMAH TENTANG "HOAX"

.

DI MASJID BAITUL MUSLIMIN, SERDIK SESPIMEN ANGKATAN 61 CERAMAH TENTANG "HOAX"

Rabu, 07 April 2021

 

Doc.Istimewa


Laporan : Bintang / Kontributor


UNGARAN, bhayangkaraperdana.com - Di Masjid Baitul Muslimin Serdik Sespimen Angkatan 61 melaksanakan kegiatan ceramah Tentang "Hoax".

Berita Bohong atau Hoax tidak hanya menjamur selama ini, di musim pandemi Corona pun banyak berita Bohong beredar sehingga harus berhati-hati dalam mengonsumsi berita, terutama dari media sosial, Selasa (6/4/2021).


Poin penting ceramah yang disampaikan Ihram Kustarto S.H.,S.I.K.,M.Si yang sedang melaksanakan Pendidikan Sespimen Polri Dikreg ke 61 di Masjid Baitul Muslimin Polres Semarang. 


" Kita anggota Polri harus mampu menjadi contoh kepada Masyarakat yaitu membiasakan menyerap informasi dari sumber resmi dan dapat dipercaya agar tidak menjadi korban berita bohong atau Hoax," jelasnya.


Menurut Ihram Kustarto dirinya mengangkat persoalan "Hoax" dikarenakan kondisi saat ini begitu banyak informasi palsu yang beredar di tengah masyarakat pada Musim Pandemi Covid-19. 


" Banyak informasi keliru yang beredar di tengah masyarakat, terutama yang bersumber dari media sosial. Beberapa informasi tersebut menyesatkan, apalagi ada kecenderungan melanjutkan informasi itu ke grup sosial media," ungkap Ihram. 


Ihram melanjutkan, ia mengambil tema tentang sikap muslim dalam menghadapi berita "Hoax" di era banjir informasi sekarang ini. Ia mengingatkan pentingnya tabayyun ketika menerima informasi. 


"Paling penting untuk saring sebelum sharing informasi tersebut," kata Ihram dalam ceramah yang digelar setelah Shalat Ashar.


Wakapolres Semarang Kompol Ruri Prastowo mengatakan tema ceramah yang disampaikan Ihram Kustarto sangat menarik dan sesuai dengan kapasitasnya sebagai Peserta Dididk Sespimen Polri Dikreg Ke 61 yang mana menjaga keamanan dalam negeri adalah menjadi bagian dari tugas pokok Polri. 


" kita harus berhati-hati dengan informasi - informasi Hoax yang provokatif. Jadi harus periksa faktanya dari sumber - sumber lainnya," jelas Kompol Ruri.