H.M.Rokhim" Munculnya Mutiara Anambas

.

H.M.Rokhim" Munculnya Mutiara Anambas

Rabu, 07 April 2021

 


Laporan : Heriyanto

Sumber. : M.Rokhim


RIAU, bhayangkaraperdana.com - Kabupaten Kepulauan Anambas ( KKA ) adalah kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Ibu kotanya adalah Tarempa, Rabu (7/4/2021).


Kabupaten ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2008 yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Natuna.


Kabupaten Kepulauan Anambas terletak antara 2°10’0″ – 3°40’0” LU s/d 105°15’0” – 106°45’0” BT (Sumber: UU No 33 Tahun 2008). Sebagai wilayah kepulauan, Kabupaten Kepulauan Anambas memiliki karakteristik yang berbeda dengan wilayah lainnya, hal ini dikarenakan sebagian besar wilayahnya terdiri dari lautan dan pulau-pulau yang tersebar di Perairan Laut Natuna Utara atau awalnya disebut Laut Cina Selatan. wilayah adminstrasi Kabupaten Kepulauan Anambas menurut UU No 33 Tahun 2008 yang memuat pulau-pulau besar dan kecil serta pulau terluar dengan batas wilayah adalah :


1. Sebelah Utara : Laut Cina Selatan


2. Sebelah Selatan : Kepulauan Tembelan


3. Sebelah Barat : Laut Cina Selatan


4. Sebelah Timur : Laut Natuna


Saat ini KKA memiliki 255 buah pulau, dengan perincian 26 pulau berpenghuni dan 229 pulau belum berpenghuni termasuk dalam hal ini ada 5 buah pulau terluar. Selain pulau terluar (5 pulau), pulau-pulau yang tidak berpenghuni tersebut tidak berarti lepas dari kepemilikan masyarakat.


Luas KKA 590,14 Km², dengan 255 pulau dan saat ini telah berkembang dari 7 Kecamatan menjadi 10 Kecamatan dan jumlah desa sebanyak 52 dan 2 kelurahan dengan jumlah penduduk 47.403 jiwa (2019).


Semenjak terbentuknya KKA (2008) sampai saat ini belum pernah dilakukan updating jumlah pulau yang telah berpenghuni dan yang belum berpenghuni. Seiring dengan perkembangan investasi pariwisata (resort) di KKA.


Sesuai dengan UU No 27 tahun 2007 dan dirubah dengan UU 01 tahun 2014, maka KKA merupakan pulau-pulau kecil. Dengan rata-rata luas setiap pulaunya tidak melebihi 2.000 Km².


Sejarah membukti bahwa KKA, termasuk dalam jalur sutra perdagangan dunia pada zaman dulu. Dan inilah yang membuat KKA memiliki rekam jejak peninggalan history kejayaan sebagai wilayah lintasan jalur sutera. salah satunya banyaknya temuan barang-barang kuno porselen atau yang disebut dengan keramik antik. Bahkan ditemukan beberapa bekas galian yang ditinggalkan oleh pemburu harta karun. dan tidak aneh bagi masyarakat setempat, betapa mudahnya mendapatkan barang-barang tersebut, baik yang berupa pecahan ataupun yang masih utuh.


H.Muh.Rokhim selaku perjalanan spiritual “Tepung Gelang” hingga sampai KKA disambut baik keluarga besar Paguyuban keluarga orang jowo ( PAKUWOJO ) beliau yang juga selaku Pangeran Senopati Agung kraton Purwo Nyoto Gunung Lawu telah membuktikan bahwa KKA bukan hanya sebuah gugusan pulau-pulau semata, namun banyak menyimpan sejarah kebathinan yang mampu membuat getaran metafisika kuat bagi pecinta kebathinan. Bukan sebuah cerita omong kosong belaka. Perjalanan “Tepung Gelang” merupakan suatu bukti nyata bahwa KKA merupakan suatu negeri ditengah Laut China Selatan yang masih banyak menyimpan misteri kebathinan. Sehingga wajar saja potensi sejarah, potensi kebathinan dan wujud nyata bahwa peninggalan, bukan sebuah cerita dongeng belaka.


Banyaknya pusara-pusara tua, ditemukan di tanah KKA, beliou menjelaskan keawak media ketika ditemui dikediamanya di Grobogan, bahwa ada makam kuno berusia 746 tahun, bahkan diyakini masih ada yang lebih tua, Bukan saja dari satu suku namun dari beberapa suku ditemukan di sini. Ini membuktikan perjalanan “Tepung Gelang” di KKA memberikan bukti kuat bahwa wilayah ini termasuk dalam kategori sakral Nusantara.


Penemuan koin kuno, dan penemuan peninggalan sejarah lainnya, seperti meriam kuno, keramik, pohon kantil raksasa, hanyalah sebagian kecil yang terkuak. Masih banyak rahasia-rahasia lain yang belum terungkap, jelasnya.


Perjalanan “tepung gelang” Senopati Agung Gunung Lawu, memberikan hasil didalam menciptakan generasi pemerhati sejarah kuno di KKA, walaupun masih secara prematur, namun potensi generasi muda tersebut dianggap cukup untuk sementara ini. diera sekarang banyak generasi muda kita yang tidak percaya, bahwa potensi generasi pemerhati sejarah kuno dan agak berbau kebathinan ini mampu melakukan pemeliharaan sejarah dengan apa adanya. Tidak banyak yang dapat diberikan kepada generasi tersembunyi tersebut, karena beberapa titik lokasi wajib untuk dirahasiakan atas permintaan.


Dan perlu menjadi catatan sebagai misteri, adalah sebuah pertanyaan yang telah dijawab dan wajib dilakukan adalah, menjaga hutan dan pulau-pulau yang belum berpenghuni. Semoga kelak generasi kita paham akan catatan misteri tersembunyi ini. tambahnya