Sepulang Belajar Kelompok Seorang Pemuda Meninggal Di Pinggir Jalan

.

Sepulang Belajar Kelompok Seorang Pemuda Meninggal Di Pinggir Jalan

Senin, 07 Juni 2021

 

INAFIS Polres Semarang Bersama BPBD Kab Semarang Saat penanganan Korban Meninggal Dunia.


Laporan. : Bintang | Kontributor


UNGARAN, Bhayangkaraperdana.com - Sabtu pagi (5/6) warga digegerkan oleh seorang pemuda yang tiba - tiba tergeletak di pinggir jalan raya Solo - Semarang, tepatnya di parkiran JJ Resto Kepiting Saos Bagan di Jl. Gatot Subroto, No. 02, Bandarjo, Kec. Ungaran Barat, Kab. Semarang, Sabtu (5/6/2021).


Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Tegar melalui Kasubag Humas Polres Semarang AKP Sugiyarta menjelaskan bahwa benar adanya penemuan seorang pemuda yang tiba - tiba tergeletak yang di duga meninggal dunia di pinggir jalan. Laporan dari masyarakat ini di tanggapi langsung oleh Polsek Ungaran dan Polres Semarang.


" Keterangan dari saksi - saksi Kronologi kejadian pemuda bernama Ahmad  Fauzi, (17) beralamatkan Jalan Blimbing  Timur Dalam, Rt. 011, Rw. 002, Kel. Srondol Wetan, Kec. Banyumanik, Kota Semarang. 

Bahwa berawal  pada hari Sabtu, tanggal 05 Juni 2021, sekitar jam 07.45 Wib, korban meminta tolong orang tua korban untuk mengantarkan ke rumah teman sekolahnya yang beralamat di Dsn Genduret, Ds. Kawengen, Kec. Ungaran Timur, Kab. Semarang untuk belajar kelompok, lalu sekitar pukul 08.00 Wib korban diantar oleh orang tua korban menggunakan sepeda motor dari rumah korban yang beralamat di Jalan Blimbing Timur Dalam, Rt. 011, Rw. 002, Kel. Srondol Wetan, Kec. Banyumanik, Kota Semarang, sesampainya dirumah teman korban, orang tua korban meninggalkan korban," terangnya.


" Sekitar pukul 13.30 Wib, David(54) pemilik JJ Resto Kepiting Saos Bagan pada saat akan keluar dari resto miliknya untuk membeli sembako, melihat korban sudah tergeletak di pinggir jalan raya Solo- Semarang, tepatnya di parkiran JJ Resto Kepiting Saos Bagan, David yang beralamat di Jl. Gatot Subroto, No. 02, Bandarjo, Kec. Ungaran Barat lalu memberitahu Akbar(32) penjaga Parkir JJ Resto Kepiting Saos Bagan yang pada saat itu sedang beristirahat di belakang resto bersama rekannya, bahwa diparkiran depan resto ada orang yang tergeletak, mendengar hal tersebut Akbar dan temannya mengecek kebenaran tersebut, lalu pada saat di parkiran Akbar melihat korban yang tergeletak tersebut, oleh Akbar korban berusaha dibangunkan, namun didapati korban tidak bergerak," ungkap Kasubag Humas Polres Semarang.


" Mengetahui korban sudah tidak bergerak lalu Akbar memberitahuan kepada piket SPKT Polres Semarang untuk melakukan pemeriksaan terhadap korban oleh Tim Inafis Polres Semarang dan BPBD Kab. Semarang dan lalu dibawa ke RSUD Ungaran," lanjut AKP Sugiyarta.


Bahwa berdasarkan keterangan tim medis RSUD Ungaran yang dipimpin dr. Muhammad Arjandi dari IGD RSUD Ungaran, bahwa korban meninggal dengan tidak ditemukan tanda - tanda penganiayaan atau kekerasan, dan mengatakan bahwa untuk mengetahui secara pasti tentang penyebab kematian korban harus dilakukan Outopsi.


" keluarga Korban dalam hal ini setelah mendapatkan penjelasan dari tim medis RSUD Ungaran dan tim Inafis Sat Reskrim Polres Semarang, dan menyatakan telah mengikhlaskan kematian korban dan menolak untuk dilakukan autopsi serta tidak akan menuntut kepada siapapun baik secara pidana maupun perdata," jelasnya


" Dan berdasarkan keterangan dari pihak keluarga korban selama kecil korban mengalami riwayat penyakit paru-paru," tambahnya.