Akibat Mabuk Minuman Keras Tiga pemuda Menghajar Temannya Hingga Tewas.

.

Akibat Mabuk Minuman Keras Tiga pemuda Menghajar Temannya Hingga Tewas.

Jumat, 20 Agustus 2021

 

Istimewa.


Laporan : Bintang | Kontributor


UNGARAN, bhayangkaraperdana.com - Polres Semarang melaksanakan Konferensi Pers dilobi Sat Reskrim Polres Semarang terkait kasus kekerasan terhadap orang yang di lakukan secara bersama - sama yang mengakibatkan hilangmya nyawa yang terjadi di Dusun Senden Desa Jatijajar Kec. Bergas, Kab. Semarang, Senin (16/8/2021).


Kapolres Semarang AKBP Ari Wibowo pimpin  Konfrensi Pers yang di dampingi Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Tegar Satrio Wicaksono, beserta Wakpolres Semarang Kompol Sigit Ari Wibowo menjelaskan bahwa kasus ini yaitu tersangka berjumlah 3 (tiga) orang yaitu Sofyan Joko Ariyanto (25) asal Dusun Mranak, Rt 05 Rw 08 Desa Wonorejo kec. Pringapus, kab. Semarang, Rizal Jamaludin Lutfi alias Upik (19) asal Dusun Blondo, Rt 02 Rw 07 Kel. Bawen Kec. Bawen, Kab. Semarang, dan Pramono alias Mondol (32) asal Dusun Krajan Rt 06 Rw 03 Desa Lemahireng, Kec. Bawen Kab. Semarang melakukan tindak pidana dimuka umum secara bersama - sama melakukan kekerasan terhadap orang yang mengakibatkan matinya orang yaitu korban Alfi Ariyadi atau AA, kata Kapolres Semarang mengawali Konferensi Pers.


Kapolres Semarang menerangkan bahwa kronologi kejadian bermula pada hari Senin (9/8) sekitar pukul 22.30 wib, korban datang bersama tersangka P alias Mondol, RJL, dan AN ketempat kos RL yang beralamatkan di Dusun Senden Rt 06 Rw 04 Desa Jatijajar Kec. Bergas, Kab. Semarang setelah sebelumnya meminum miras jenis tuak," kata AKBP Ari.


" Pada saat itu didalam kamar kos tersebut sudah ada RL dan SJA, kemudian keenam orang tersebut melanjutkan minum tuak secara bergantian," lanjut kapolres.


" Selanjutnya pada hari Selasa (10/8) pukul 00.15 wib karena AN sudah merasa mabuk dia meninggalkan teman - temannya yang masih meminum tuak yang di campur kuku bima," katanya.


" Kemudian pada pukul 02.30 wib, karena merasa sudah mabuk, korban membuang krupuk dan beras yang berada di kamar kos RL di sampah dan asbak, seketika itu SJA emosi kemudian langsung memukul korban dan mengenai bagian wajah, selanjutnya P alias Mondol dan RJL ikut memukul dan menginjak korban di bagian kepala dan dada setelah itu korban tidak bergerak, " terang AKBP Ari. 


" Setelah itu korban tidak bergerak dikira tidur. Pada pukul 03.00 wib RJL pulang dan di susul P. Kemudian RL memberitahukan ke S melihat kondisi korban tampak pucat dan pada pukul 08.00 wib, S melaporkan ke  ketua Rt setempat dan di cek ternyata korban sudah meninggal dunia di dalam kos," jelasnya.


" Atas kejadian ini pelaku dikenai pasal 170 ayat (2) ke 3e KUHP tentang tindak pidana dimuka umum secara bersama - sama melakukan kekerasan terhadap orang yang menyebabkan matinya orang dengan ancaman hukuman 12 Tahun penjara," tegas kapolres Semarang.