DD Diduga Depresi Nekat Akhiri Hidupnya Dengan Tabrakkan Dirinya Dengan Kereta Api.

.

DD Diduga Depresi Nekat Akhiri Hidupnya Dengan Tabrakkan Dirinya Dengan Kereta Api.

Selasa, 10 Agustus 2021

 

Istimewa


Laporan : Imam Suramto | Kontributor


GROBOGAN, Bhayangkara perdana. com Diduga depresi DD bin Maryono pria kelahiran 15 Nopember 1987 mengakhiri hidupnya dengan nekat menabrakkan dirinya dengan kereta api di perlintasan KA Desa Pilangpayung kec Toroh. 

Pria yang sudah berkeluarga ini diketahui oleh warga setelah jasadnya tercabik - cabik kereta api dengan luka parah sehingga meninggal di TKP. Senin ( 8/8/2021) 


Peristiwa terjadi pukul 09:35 WIB.ketika itu terdengar teriakan seseorang yang minta tolong. 

Beberapa warga mendekati dan ternyata ada seseorang yang tertabrak kereta api. 

Setelah diketahui ternyata korban adalah DD yang beralamat di Dsn. Tempuran Rt 07/02 Ds. Pilangpayung Kec. Toroh Kab. Grobogan.


Menurut keterangan saksi

MUHAMAD SAIRONI yang kesehariannya sebagai petani dengan alamat Dsn. Tempuran Rt 05/02 Ds. Pilangpayung Kec. Toroh Kab. Grobogan menuturkan bahwa korban pada hari Senin tanggal 09 Agustus 2021 sekira pukul 08.00 wib, bersamanya sempat pergi bersama kesawah.

Setelah itu dirinya bersama korban pulang bersamanya dan melihat korban sempat tidur di rumahnya.

Melihat DD tidur pulas kemudian ditinggalnya untuk bersih-bersih dihalaman rumahnya, Selang beberapa menit kemudian Saroni kembali lagi kedalam rumah dan tidak melihat korban alias DD yg sedang tidur dirumahnya, Kemudian sekira pukul 09.35 Wib terdengar ada suara kereta api berjalan pelan-pelan dari arah timur menuju kebarat, seketika itu Saroni langsung pergi menuju kebelakang rumah yang mana belakang rumahnya adalah jalur kereta api.


Dirinya terkejut ketika melihat DD sudah dalam keadaan posisi terluka yang diduga akibat ketabrak kereta api dan meninggal dunia di TKP. 

Kejadian tersebut  kepada warga lansung dilaporkan  ke Kepala Dusun kemudian oleh Kadus diterbitkan ke Polsek Toroh.

Menerut keterangan lainnya bahwa korban pada hari Minggu pagi tanggal 08 Agustus 2021 sempat melakui diri korban sendiri pada bagian leher dengan menggunakan pemes / silet, dan korban sempat pesan kepada Saroni minta untuk memulyakan anak dan istrinya. 


Diiduga korban menabrakan diri ke kerata api akibat depresi. 

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Tim Kesehatan dari Puskesmas Toroh 1 dan Unit Inafis Polres Grobogan pada ke dua kaki korban mengalami patah tulang dan kepala korban hancur serta pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan / kekerasan yang selanjutnya korban di bawa ke RSUD Purwodadi untuk dilakukan pemulasaran jenazah kemudian korban diserahkan kepada keluarga korban untuk pemakaman secara adat istiadat masing-masing dan keluarga korban telah menerimakan kejadian tersebut dan menolak dilakukan otopsi.