Karena Jengkel Tersangka Melakukan Kekerasan Terhadap Anak Dibawah Umur Hingga Tewas

.

Karena Jengkel Tersangka Melakukan Kekerasan Terhadap Anak Dibawah Umur Hingga Tewas

Rabu, 18 Agustus 2021

 

Istimewa


Laporan : Bintang | Kontributor


UNGARAN, bhayangkaraperdana.com - Polres Semarang melaksanakan Konfrensi Pers di lobi Satreskrim Polres Semarang dengan kasus kekerasan anak dibawah umur mengakibatkan kematian yang dialami seorang balita berumur satu setengah tahun, Senin (16/8/2021).


Menurut keterangan Kapolres Semarang AKBP Ari Wibowo saat Konfrensi Pers yang di dampingi Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Tegar Satrio Wicaksono, Wakpolres Semarang Kompol Sigit Ari Wibowo bahwa, pelapor yaitu Puput Wulansari (30) asal jalan Lemah Gempal Rt 06 Rw 04 Kelurahan Barusari, Kecamatan Semarang Selatan Kota Semarang melaporkan pelaku yaitu Adi Cahyono alias Jambrong (39) asal Kalibelang Rt 02 Rw 11 Kelurahan Wujil Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang yang melakukan kekerasan terhadap anak dibawah umur hingga mengakibatkan kematian pada hari Minggu (4/7)  sekitar pukul 20.00 wib di rumah kontrakan pelapor Perum Alam Indah Bawen Rt 08 Rw 05 Desa Doplang Kecamatan Bawen Kab. Semarang. "Hubungan tersangka dengan pelapor adalah merupakan pernikahan siri," jelas Kapolres


Kapolres Semarang menjelaskan bahwa kronologi kejadian berawal Minggu (4/7)  sekitar pukul 17.45 wib tersangka datang ke rumah kontrakan pelapor di Perum Alam Indah Bawen Rt 08 Rw 05 Desa Doplang Kecamatan Bawen Kab. Semarang," kata AKBP Ari.


" Pelapor mengatakan kepada tersangka untuk pergi menagih uang ke Karangjati Bergas dan menitipkan korban kepada tersangka, sebelum berangkat tersangka menyarankan agar pelapor menagih uang keesokan harinya, akan tetapi pelapor tidak mau," pungkas Kapolres Semarang.


" Pada saat itu tersangka menyuruh korban untuk memakan telur asin, akan tetapi korban tidak mau. Karena korban tidak mau menelan telur asin tersebut kemudian tersangka jengkel dan membopong korban masuk ke dalam kamar kemudian mengayunkan korban keatas sebayak 3 (tiga) kali dengan posisi berdiri," terangnya.


" Pada ayunan keatas pertama ketika turun tersangka masih menangkap korban, dan pada ayunan keatas kedua ketika turun tersangka masih menangkapnya, sedangkan pada ayunan ketiga ketika turun tersangka sengaja tidak menangkapnya, sehingga korban jatuh keatas kasur dan terpental ke lantai," jelas Kapolres Semarang.


Kapolres Semarang juga menerangkan ketika jatuh kelantai, korban posisi tengkurap bagian kepala terlebih dahulu yang membentur lantai, "kemudian setelah tersangka mengangkat korban dimulut korban sudah mengeluarkan darah serta kejang - kejang sambil matanya melotot, melihat darah dilantai tersangka mengelap dengan bantal warna hijau kuning, kemudian korban ditidurkan diatas kasur. Melihat korban kejang - kejang tersangka ini menekan perut korban sebanyak 2 (dua) kali dengan menggunakan kedua tangannya dan setelah itu tersangka juga menekan dada korban sebanyak 2 (dua) kali," lanjutnya.


" Karena tersangka ketakutan jika korban menangis dan didengar oleh orang lain, tersangka langsung mencekik leher korban dengan kedua tangannya sehingga korban sesak nafas atau nafasnya tersedak dan pada saat di cekik posisi korban tidur dan kepalanya terbentur tembok," jelas AKBP Ari.


" Dalam hal ini tersangka melakukan kekerasan fisik terhadap anak hingga mengakibatkan kematian dikenai pasal 76C Jo pasal 80 Ayat (3) Undang - undang Republik Indonesia Nomer 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman Pidana 15 tahun penjara dan atau denda Rp. 3.000.000.000,- ( tiga miliar rupiah)," imbuh Kapolres Semarang.