2 Warga Kabupaten Semarang Diamankan Satuan Reserse Narkoba Polres Semarang

.

2 Warga Kabupaten Semarang Diamankan Satuan Reserse Narkoba Polres Semarang

Kamis, 09 September 2021
istimewa


 Laporan. : Bintang | Kontributor


UNGARAN, bhayangkaraperdana.com - Satuan Reserse Narkoba Polres Semarang Berhasil meringkus 2 tersangka dengan tindak pidana penyalahgunaan Nakotika golongan I jenis Sabu dan Ganja di Wilayah Kabupaten Semarang.


Kapolres Semarang AKBP Ari Wibowo didampingi Kasat Resnarkoba AKP Deni Eko Prasetyo beserta Kasi Humas Polres Semarang AKP Sugiyarta menjelaskan Selain Ngadimin (47) warga kelurahan Harjosari Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang yang merupakan pengedar dan pengguna Narkotika jenis sabu-sabu diamankan di rumahnya, juga menangkap Joko AS (43) warga Dusun Saren Rt 05 Rw 02, Desa Jatijajar Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang yang membeli sabu-sabu dari Ngadiman serta kepemilikan tanaman ganja 1 batang pohon yang di tanam di pot.


" Setelah melakukan penangkapan Satuan Reserse Narkoba melaksanakan penggeledahan di rumah Ngadiman dan ditemukan barang bukti 11 plastik klip berisi serbuk sabu-sabu dan bong alat hisap. Selain itu, di handphone tersangka juga didapati ada foto sabu-sabu dan pil ekstasi. Dan dari tersangka joko, petugas menemukan sabu - sabu yang di beli dari Ngadiman, saat penggeledahan ditemukan juga tanaman ganja 1 yang di tanam di dalam pot dan tingginya 45 cm yang diletakkan di kamar mandi belakang rumahmya," jelas kapolres Semarang pada Konferensi Pers, Senin (6/9/2021).


Menurut Kapolres Semarang, tersangka Ngadiman mengambil paket sabu-sabu pada tanggal 25 agustus 2021 sebanyak 15 paket dengan berat keselurahan sekitar 15 ons serta 300 butir ekstasi/inex didaerah Kaligawe Kota Semarang atas perintah Irawan yang saat ini statusnya DPO.


" Setelah proses penyidikan, tersangka sudah mengedarkan sekitar kurang lebih 3 kg sabu-sabu dan 300 butir ekstasi dan inex dalam kurun waktu 3 bulan mulai Juni 2021 sampai Agustus 2021 di edarkan di beberapa kabupaten/kota di Jawa Tengah, di antaranya Solo, Temanggung, Demak, Purwodadi Grobogan, Kota Semarang dan Kabupaten Semarang," kata AKBP Ari.


" Ngadimin tercatat sebagai residivis dalam kasus lain. Tersangka dijerat pasal 114 ayat (2) dan/atau pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun penjara," jelasnya


Adapun tersangka Joko mengaku menanam pohon ganja selama dua bulan. Benih pohon ganja diperoleh dari sisa pembelian ganja sebelumnya didapat dari Gilang yang setatusnya DPO


" Saya sudah lama pakai ganja. Untuk pohon ganja baru saya tanam dua bulan ini, tidak ada tanaman di tempat lain. Saya menanam pohon ganja karena sulit mencarinya, mau saya pakai sendiri," akunya.


Alasan Joko menggunakan daun ganja karena memiliki darah tinggi dan sulit tidur.


" Saya menggunakan ganja untuk membantu tidur dan menurunkan tensi," ucapnya.


Tersangka Joko dijerat pasal 111 ayat (1) dan/atau pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun penjara. Saat ini Polres Semarang masih mendalami  dan mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap  jaringan serta keberadaan para DPO.