Kunjungan Kerja Mensos RI Bersama Anggota Komisi VIII DPR RI Di Kabupaten Semarang.

.

Kunjungan Kerja Mensos RI Bersama Anggota Komisi VIII DPR RI Di Kabupaten Semarang.

Sabtu, 04 September 2021


Istimewa


Laporan. : Arie B | Kontributor


UNGARAN, bhayangkara perdana.com - Kunjungan Kerja Menteri Sosial (Mensos) RI Tri Rismaharini bersama dengan Anggota Komissi VIII DPR RI dari Fraksi Keadilan Sosial, KH Buchori.


Kunjungan kerja di Kabupaten Semarang dalam rangka memberikan bantuan sosial (bansos), acara tersebut digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang Jalan Ahmad Yani Ungaran, Kab Semarang, Jumat (03/09/2021) Siang.


Nampak hadir dalam acara ini Bupati Semarang H Ngesti Nugraha, jajaran Forkopimda, Sekda Kab Semarang Djarot S, para Camat dan Kades/Lurah di Kabupaten Semarang maupun tamu undangan penerima bansos.  


Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini menyatakan, bahwa UU No 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin memberikan pemerintah daerah kewenangan dalam menentukan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Siapa saja yang layak menerima bantuan dan yang tidak layak telah terdata dengan baik. Untuk itu, Pemkab/Pemkot di Jawa Tengah ini dapat berperan aktif. 


Bersamaan acara ini juga di serahkan bantuan PKH pada Tahap II ada sebanyak 2.200 KPM yang tidak transaksi dan sebanyak 1.825 KPM ada di Kota Semarang.


Kami mempertanyakan mengapa ada sebanyak 4.250 KPM di Kabupaten Semarang ini belum tersalurkan ?


" Jumlah tersebut dinilai sangat besar dan ini merupakan angka yang paling besar yang pernah saya tahu. Alasannya, ada KPM yang meninggal dunia, menjadi TKI dan setting wallet  yang gagal. Untuk itu, saya meminta kepada perwakilan Bank Himbara secepatnya melakukan setting ulang yang sebenarnya bisa dilakukan dalam waktu tak terlalu lama, " kata Tri Rismaharini.


Sebelum menggelar dialog kepada anak yatim piatu penerima bantuan sosial ini, Tri Rismaharini berpesan kepada anak yatim piatu bahwa Tuhan Yang Kuasa itu juga Tuhan Maha Pemurah. Bahwa mulai sekarang kalian itu tidak sendirian dan tidak perlu takut, untuk itu harus yakin dan percaya jika suatu saat pasti akan menuai kegembiraan dan kesuksesan. Juga harus mempunyai tekad untuk menghadapi kehidupan ini semua, yang jelas anak-anak tidak sendiri.


“ Mulai sekarang marilah kita buktikan jika suatu saat nanti pasti ada yang berhasil dan sukses. Jangan sampai anak-anak disini ini punya rasa minder. Juga, anak-anak silakan berkirim surat kepada saya Menteri Sosial RI dengan alamat Jalan Salemba Raya No 28 Jakarta. Silakan saja, curhat atau mengeluarkan uneg-unegnya, cerita kisah kehidupannya atau yang lain. Sekali lagi, anak-anak yatim disini ini tidak sendiri dan utamanya harus mempunyai tekad yang kuat jika kelak nanti pasti berhasil dan sukses,” tegas Mensos RI


Anggota Komisi VIII DPR RI KH Buchori menambahkan, bahwa apa yang disampaikan Mensos RI ini telah sejalan dengan ajaran agama. Barang siapapun yang memperlancar dan mempermudah urusan orang lain akan dimudahkan pula urusannya oleh Tuhan Yang Maha Esa.


“ Pada intinya, siapapun yang memperlancar dan mempermudah urusan orang lain akan pasti akan dimudahkan urusannya oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya.


Data dari Kemensos RI menyebutkan, bantuan itu diberikan kepada dua Keluarga Penerima Manfaat (KPM) @ Rp2.500.000. Bantuan keserasian sosial untuk dua forum keserasian sosial di Desa Kalijambe, Kecamatan Bringin @150.000.000, dan dua forum di Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat  senlilai @150.000.000. Begitu juga Karang Taruna Bina Muda mendapatkan bantuan traktor mini dan mesin pencacah rumput dan Karang Taruna Dharma Remaja memperoleh bantuan mesin pencacah pupuk dan kipas angin.


Disalurkan juga bantuan paket vitamin dan masker sebanyak 1.270 paket berupa 7 pcs masker dan vitamin C, D dan Zinc untuk 35 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah dengan total bantuan 44.450 paket. Bantuan penguatan daya tahan tubuh dan pencegahan Covid-19 bagi penerima manfaat di Yayasan Nurul Amal Ambarawa Kabupaten Semarang. Dengan 100 penerima manfaat perbulannyaa senilai Rp 150.000). Jumlah semuanya mencapai Rp 75.000.000 sedangkaan  bantuan dari Ditjen sebesar Rp120.162.000.


Sedangkan, Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial memberikan bantuan melalui Balai Galih Pakuan Bogor, Balai Wyata Guna Bandung, Balai Budhi Dharma Bekasi, Balai Tan Miyat Bekasi, Balai Besar Prof. DR Soeharso Surakarta, Balai Besar Kartini Temanggung, Balai Melati Jakarta, dan Balai Satria Baturraden. Bantuan berupa kewirausahaan, usaha (warung nasi, las, dan warung soto, steam cuci kendaraan, dan alat pembuatan keset), walker dan nutrisi, dan tongkat penuntun adaptif. Dan melalui Balai Anak Antasena Magelang diberikan bantuan Atensi berupa tabungan untuk 103 anak, nutrisi (52 anak), kebutuhan dasar anak LKSA (307 anak) dengan total nilai Rp 405.000.000.


Melalui Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin disalurkan bantuan sosial Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS RTLH) untuk 42 KPM di Kota Semarang dengan nilai Rp840.000.000 – untuk 19 KPM di Kabupaten Semarang senilai Rp380.000.000 – untuk 73 KPM di Kabupaten Kendal senilai Rp1.460.000.000. Sehingga jumlah total bantuan RS RTLH dengan menjangkau 134 KPM senilai Rp2.680.000.000.