PEMBONGKARAN DRAINASE SUDAH ADA KESEPAKATAN BERSAMA.

.

PEMBONGKARAN DRAINASE SUDAH ADA KESEPAKATAN BERSAMA.

Kamis, 28 Oktober 2021

 

Istimewa


Laporan. : Imam Suranto | Kontributor


GROBOGAN, bhayangkaraperdana.comTerjadinya pembongkaran pembangunan drainase yang ada di desa Tegal sumur kecamatan Brati sudah melalui proses rapat dan kesepakatan bersama. Hal itu disampaikan oleh Kepala Desa Tegal Sumur Achmad Sahlan kepada awak Media Bhayangkara perdana.com di kediamannya. Rabu (27/10/2021). 


Sahlan juga menyampaikan pembongkaran drainase yang dilakukan para pekerja dibantu warga beberapa hari yang lalu dengan alasan galian pondasi drainase dirasa kurang dalam sehingga dikhawatirkan akan berpengaruh pada kwalitas bangunan drainase tahap berikutnya. 


" Sudah ada kesepakatan dengan warga termasuk TPK ( Tim Pelaksana Kegiatan) di desa. " Jelas Sahlan. 


Sebagai Kepala Desa yang berusaha ada ditengah masyarakat dan ngemong warganya Sahlan juga menuturkan bahwa sebenarnya proposal yang diajukannya adalah pembangunan talud jalan akan tetapi ketika Tim verifikasi turun dan melihat lokasi pembangunan jadinya malah pembangunan drainase. 


Diakuinya bahwa sebetulnya untuk kondisi lokasi pembangunan memang cocok talud mengingat desa Tegalsumur tekstur tanahnya banyak mengandung bebatuan. 

Apalagi dilokasi pembangunan drainase masih banyak didapati batu teng ( batu yang berukuran besar dan jenisnya keras) sehingga harus menggunakan alat berat. 


Pembangunan drainase yang dianggarkan sebesar Rp. 200  juta ini bersumber dari Banprov Jateng Tahun Anggaran 2021. Dan sebagai Kepala Desa sudah sering mengingatkan kepada TPK agar dalam pelaksanaan mengacu pada RAB. Meskipun kondisi medan pembangunan drainase cukup berat Sahlan tetap akan meneruskan pembangunan drainase tersebut. Dan ditargetkan sebelum bulan Desember sudah selesai. 


Pembangunan talud memang lebih mudah dibandingkan dengan drainase. Mengingat secara tehnik untuk proses galian jelas berbeda. Drainase semakin kebawah galian semakin dalam. Lebih - lebih dengan kondisi tanah bebatuan para pekerja harus ekstra kerja keras. 


Hal tersebut sempat dipertanyakan oleh beberapa LSM yang datang dilokasi pembangunan drainase tersebut. 

Mereka berpendapat bahwa mestinya Tim verifikasi kabupaten atau propinsi menyetujui usulan dari awal yaitu pembangunan Talud karena lebih mudah dalam mengerjakannya. 


Mengingat kondisi dilapangan cukup berat karena faktor tanah yang banyak mengandung bebatuan. Dengan kondisi dan medan yang ada, bagaimanapun pekerjaan drainase tetap dilanjutkan.


Sahlan sebagai Kepala Desa tetap berterima kasih kepada Pemkab Grobogan dan Pemprop Jateng atas perhatian dan kerja samanya dalam membangun Desa Tegal Sumur.