Desa Wisata Lembah Ngalas Gede Banyukuning Kedungwangan Bandungan.

.

Desa Wisata Lembah Ngalas Gede Banyukuning Kedungwangan Bandungan.

Senin, 13 Desember 2021

 


Laporan. : Arie B | Kontributor


BANDUNGAN, Bhayangkaraperdana.com - Launching Desa Wisata Kedungwangan Bandungan. Festival Ekonomi Kreatif Dalam Rangka Soft Launching Desa Wisata Kedungwangan Lembah Ngalas Gede Banyukuning Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Sabtu(11/12/2021).


Hadir Bupati Semarang, H Ngesti Nugraha di wakili Camat Bandungan Anang Sukoco, anggota dewan DPRD Kabupaten Semarang, Dinas Pariwisata, perangkat desa, Tokoh agama dan dari BRI Kantor Cab.Ungaran.


Acara dilanjutkan penandatangan intergritas komitmen warga Desa Banyukuning Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang yang berisi : 

1. Njogo Kaliku Ben Resik Kanti Ora Ngguwang Sampah Neng Kali.(Red.Jaga Sungaiku Agar Bersih Supaya Tidak Buang Sampah Di Sungai.)

2. Melu Vaksinasi Sampe Tuntas.

3. Taat Protokol Kesehatan.






Dan dilanjutkan pelepasan burung merpati dan pelepasan bibit ikan di sungai.


Camat Bandungan, Anang Sukoco saat di temui awak media mengatakan Pemerintah Kabupaten Semarang Kecamatan Bandungan Desa Banyukuning Dusun Kedungwangan sangat senang sekali dengan adanya Desa Wisata.


" Semoga Desa Wisata di Wilayah Kabupaten Semarang Semakin Maju dan Semakin Jos, " kata Camat Bandungan.


" Alhamdulilah Di Dusun Kedungwangan Desa Banyukuning Kecamatan Bandungan senang sekali dengan adanya Festival Ekonomi Kreatif Dalam Rangka Soft Launching Desa Wisata Kedungwangun Lembah Ngalas Gede Banyukuning Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang, " tambahnya.


" Dengan adanya Desa Wisata dan Desa Tanggap Bencana warga bisa dilatih untuk warga tidak membuang sampah di sungai karena ketika membuang sampah akan berdampak hingga rawa pening kita berharap kita sadar akan menjaga lingkungan di wilayah Bandungan dan menjaga keselamatan di Wilayah Kabupaten Semarang," jelas Anang Sukoco.


" Kita berharap semoga masyarakat dapat mengembangkan Desa Wisata ini yang tentunya akan  mengangkat ekonomi kesejahteran masyarakat dan masyarakat Kabupaten Semarang lebih kreatif dalam bidang usahanya supaya dapat mengangkat ekonominya." Pungkas.


Kepala Desa Banyukuning Kecamatan Bandungan Setyo Utomo juga menambahkan, Kami mempunyai mimpi bahwa kami memiliki desa wisata banyukuning nanti akan menjadi besar.


" Sangat berguna bermanfaat bagi masyarakat kami dan kemudian UMKM menjdi terangkat, tentunya setelah umkm trangkat sehingga perekonomian masyarakat juga terabgkat, " tambahnya


" tanggapan dari warga masyarakat sangat senang  dan antusias dengan adanya desa wisata, dengan waktu 2 hingga 3 minggu sudah terkindisikan mempersiapkan desa wisaata ini, "ujarnya.


" Dengan bergulirnya waktu sekolah alam dan ngrumat (Red.merawat) sungai betul-betul terlaksanakan dengan pengembangkan wisata, sungai mempunyai nilai tambah secara ekonomi masyarakat dengan demikian maka kita membantu pemerintah dalam rangka penanganan hulu sungai sehingga berakibat sindemen dibawah rawa pening seperti program provinsi Jawa Tengah, " pungkasnya.


Sri Wahyuni(47) warga Dusun Kedungwangan kader UMKM juga memberi tanggapan bahwa dengan adanya desa wisata ini sangat bermanfaat bagi ekonomi masyarakat, bisa mengangkat perekonomian kami di dusun kami.


" kami UMKM menyajikan kuliner dan kreatifan warga asli dusun kami, seperti  cetil, bubur opak, cetot dan masih banyak lagi kuniner yang akan kami sajikan, " jelas Sri Wahyuni.


Ketua Pokdarwis Tirto Ageng Desa Wisata Kedungwangan Lembah Ngalas Gede Banyukuning Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang, Triyanto menambahkan, kami pokdarwis Tirto Ageng gabungan 12 Padusunan adalah pasukan desa untuk mengulik potensi wisata Banyukuning dan ekomomi kreatif Desa Banyukuning.


" Tujuan pertama adalah desa wisata Kedungwangan desa wisata berbasis budaya, berbasis UMKM dan berbasis Event, Juga desa wisata gabungan aktivitas warga, aktivitas argo pertanian dan perternakan, " kata Ketua Pokdarwis


" Sasaran utama desa wisata ini semua lembaga pemerintah, swasta, sekolah dan ekspatriat." Tambahnya.


" Kami memberikan kepada anak anak beredukasi tentang bagaimana cara bercocok tanam, lalu bagaimana tentang budaya berbudi luhur, kemudian tentang makna dari pada desa Pancasila, karena desa Kedungwangan adalah desa Pancasila terdiri dari banyak agama, kepercayaan, tetapi tetap menjadi satu dalam kegiatan dan satu keselarasan masyarakat dusun, " jelasnya.


" Sepeti anak-anak belajar bercocok tanam memberikan pemahaman suatu proses dari kehidupan yang paling dalam, " orang hidup itu butuh makan ternyata untuk makan nasi itu prosesnya lama, ini memberikan efek ke anak-anak, harapannya adalah meraka menghargai apa yang mereka makan, atas yang mereka dapat dari orang tuanya sehingga harapannya menjadi anak yang mempunyai budi pekerti luhur." Ucapnya


" Harapan kami ini wisata bisa menyebarkan potensi ekonomi yang meningkat," pungkasnya.