PENATAAN KAWASAN PASAR DISPERINDAG SIAP GANDENG AWAK MEDIA.

.

PENATAAN KAWASAN PASAR DISPERINDAG SIAP GANDENG AWAK MEDIA.

Selasa, 14 Desember 2021


 Laporan. : Imam S | Kontributor 


GROBOGAN, bhayangkaraperdana.com - Untuk mengatasi problematika dan masalah yang ada di pasar Kantor Disperindag kab Grobogan berencana menggandeng awak media dan stakeholder lainnya. 


Pasalnya masalah pasar yang komplek tidak bisa diatasi oleh pemerintah saja mengingat kondisi pasar yang begitu banyaknya dan didalam nya juga menyangkut hajat hidup manusia. 


Demikian keterangan yang disampaikan oleh Pradana Setyawan S PT, MP selalu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan kab Grobogan dalam acara audensi Insan Pers Jawa Tengah ( IPJT) DPC kab Grobogan dengan Disperindag kab Grobogan. 


Kegiatan yang dilaksanakan di Darmaji Center Senin ( 13/12/2021 ) berjalan dengan lancar dan sesuai prokes. 

Ka Disperindag menambahkan bahwa di kab Grobogan ada sebanyak 18 pasar yang menjadi tanggung jawab Disperindag. 

Pasar tersebut terbagi dalam wilayah Barat, Tengah dan Timur yang masing-masing di pimpin oleh Ka. UPTD.


" Memang soal pasar begitu komplek masalahnya,  akan tetapi kita berusaha menegakkan perda yang sudah ada termasuk regulasi yang ada di dalamnya. " Terang Danis biasa akrab dipanggil. 


Ka. Disperindag berencana kedepan akan merangkul stakeholder termasuk didalamnya awak media guna mengawasi kegiatan pasar termasuk masukan dalam pengelolaan pasar agar lebih baik. 


" Meskipun sudah ada paguyuban dan pengelolaan parkir tetap masih berat dan butuh unsur lain dalam mengelola serta mengawasi kegiatan didalam pasar. " Jelas Ka. Disperindag yang sebelumnya menjabat Kabag Perekonomian Setda Grobogan. 


Bahkan pasar induk purwodadi yang menampung sekitar 1300 pedagang pemkab Grobogan berencana akan mengaudit infrastruktur nya apakah masih layak dipertahankan atau direnovasi mengingat bangunan juga sudah lama. 


Sedangkan untuk bagi hasil cukai tembakai masih terserap kisaran 35 % mengingat kegiatan yang didanai oleh BHCT regulasinya berbeda dengan tahun sebelumnya. 


Ka. Disperindag yang didampingi beberapa Kabid dan Kasi membuat diskusi serta tanya jawab semakin komunikatif dan hidup. 

Seperti halnya Muhadi ST MT selalu Sekdin Disperindag juga menyampaikan bahwa kawasan industri tembakau untuk Grobogan saat ini belum layak karena dukungan claster masih sedikit.


Sedangkan untuk mewujudkan kawasan industri tembakau dibutuhkan sekitar 30 pengusaha yang tersentral dalam satu lokasi. 

Ini di Indonesia baru ada di Kudus Jateng dan daerah Sulawesi. 

Menurut Ketua IPJT melalui sekretaris IPJT Imam Suranto acara audensi yang baru terselenggara dengan Disperindag cukup di apresiasi dan bisa dilanjutkan pada kesempatan lain.


Hal ini merupakan bentuk komitmen IPJT yang sudah di deklarasikan di kab Grobogan 3 tahun yang lalu sebagai Mitra dan kontrol pemkab Grobogan dalam mewujudkan pembangunan yang berkesinambungan sehingga menjadi Grobogan yang hebat.