Disperindag Grobogan adakan kegiatan sosialisasi, " Peran BUMN Untuk Pemberdayaan Umat. "

.

Disperindag Grobogan adakan kegiatan sosialisasi, " Peran BUMN Untuk Pemberdayaan Umat. "

Rabu, 26 Januari 2022

 


Laporan  : Imam S | Kontributor



GROBOGAN, bhayangkaraperdana. com - Sudah saatnya peran BUMN bisa mengangkat ekonomi umat. Pasalnya kemajuan suatu negara harus di imbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang selalu meningkat. 


Lebih - lebih pasca PPKM pemerintah berupaya bekerja keras agar pertumbuhan ekonomi bisa kembali pulih. Demikian keterangan yang disampaikan oleh Dr Evita Nursanty M. Sc aleg DPR RI yang dibacakan oleh Kepala Disperindag kabupaten Grobogan Pradana Setyawan S. Pt MP. dalam kegiatan sosialisasi peran BUMN untuk pemberdayaan umat yang diselenggarakan di Hotel Kryad Purwodadi. Rabu ( 26/1/2022 ). 


Kepala Disperindag yang biasa disapa Danis juga menambahkan untuk mewujudkan hal tersebut pihaknya menggandeng pihak ke tiga. Yaitu pelaku usaha sendiri, PKL dan stakeholder lainnya. 


" Kami mencoba terus bergerak agar paska PPKM semua bidang usaha di Grobogan bisa bangkit kembali. " Terang Danis


Bahkan peran BUMN akan kita maksimalkan agar bisa memulihkan ekonomi umat. 

Observasi pusat kuliner terus kita upayakan. Bersama Bank BKK kita selalu bersinergi untuk selalu memback up para pelaku usaha termasuk PKL yang ada di Grobogan. Imbuh Danis yang juga sebagai Plt Kepala Dinas Koperasi Grobogan. 


Acara sosialisasi yang mengundang pelaku usaha, PKL, Paguyuban dan stakeholder cukup menarik dan tepat sekali disaat seperti ini. 


Dipandu moderator Sekdin Disperindag Indri Agus Velawati SE MM yang cukup lantang serta energik sehingga acara sosialisasi semakin gayeng dan makin hidup. 


Materi pertama yang langsung disampaikan oleh Kepala Disperindag membuat para peserta terhipnotis karena Danis banyak memberikan motivasi dan semangat agar sama - sama bangkii membangun ekonomi di Grobogan sehingga ekonomi lekas normal serta pulih. 


Danis memaparkan bahwa ada tiga indikator ekonomi pokok

Pertama belanja pemerintah Rp. 2.5 Trilyun bisa dikelola dengan baik. Kedua optimalisasi investasi karena penting sekali untuk mendongkrak pengusaha lokal

Dan yang ketiga adanya peningkatan daya beli masyarakat. 

Danis yang penuh energik selalu mensupport agar PKL tidak perlu kecil hati. Karena harapan masih ada. 


" Saya yakin PPKM jelas merugikan para PKL untuk itu mari kita bangkit bersama menata ekonomi di Grobogan dengan bergandeng tangan sehingga Grobogan Hebat akan bisa. ' terwujud." Tegas Danis. 


Dan yang tidak kalah menariknya hadir juga memberikan materi Arif Zarkasi S. PT M. Si Kepala Bidang Pasar Disperindag Grobogan dan Sigit Adi Wibowo SE Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Grobogan. 


Keduanya juga menyinggung agar semua pelaku usaha mulai memantaskan diri dan mempunyai rasa kepemilikan terhadap semua sapras yang telah diberikan pemerintah. 


Hal itu merupakan sesuatu yang sangat urgent sekali. 

Manset kalau pasar identik kumuh serta kotor harus dirubah. 

Kondisi pasar yang tidak nyaman harus dirubah. 


Sehingga baik konsumen dan pelaku usaha dipasar bisa merasakan aman dan nyaman. Terang Arif Zarkasi. 

Senada dengan Sigit Adi Wibowo yang mengajak kepada pelaku usaha baik dipasar tradisional maupun modern agar selalu memacu kembali dalam pengelolaan pasar. Yang meski nya tetap memperhatikan proses dalam menjalankan usaha. 


Kedepan pemerintah akan menggalakkan kembali pusat kuliner dengan mengadakan inovasi serta efent - efent kreatif yang bisa meningkatkan gairah ekonomi umat. Dengan mengacu pada permendagri nomor 21 / 2021 serta UU nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja harapannya pasar bisa memiliki sertifikasi sehingga standar yang diharapkan pemerintah terhadap pengelolaan pasar bisa terpenuhi bukan berdasarkan persepsi masing - masing pelaku usaha yang ada di pasar baik modern maupun pasar tradisional. 


Acara ditutup dengan tanya jawab serta ramah tamah sehingga kolaborasi antara pemerintah daerah dengan pelaku usaha baik PKL dan stakeholder lainnya tidak ada jarak lagi.