SEKTOR PETERNAKAN KABUPATEN GROBOGAN SANGAT DIPERHITUNGKAN MASUK RANGKING KEDUA SE JAWA TENGAH.

.

SEKTOR PETERNAKAN KABUPATEN GROBOGAN SANGAT DIPERHITUNGKAN MASUK RANGKING KEDUA SE JAWA TENGAH.

Jumat, 11 Februari 2022

 


GROBOGAN,Bhayangkaraperdana.com - Siapa yang tidak kenal kabupaten Grobogan, daerah yang terletak diantara dua pegunungan yaitu kendeng selatan dan pegunungan kendeng utara ini ternyata menyimpan sejuta potensi. 


Pasalnya hasil panen tanaman jagung kabupaten Grobogan mencapai 246.210 Ton dalam sekali musim tanam dengan areal tanam seluas 41.035 Hektar.

Sehingga ketika panen raya kabupaten Grobogan mampu menyumbang 22,7% dari produksi jagung Jawa Tengah dan 2,8% dari produksi jagung nasional. 


Sedangkan tanaman padi bisa mencapai 805 889,27 Ton dengan areal tanam seluas 131 929 Hektar. Hal inilah yang sudah diakui bahwa kabupaten Grobogan masuk kategori penyandang pangan tingkat nasional. Disisi lain kabupaten Grobogan ternyata disektor peternakan juga diperhitungkan, artinya populasi ternak yang ada di Grobogan mampu menduduki rangking kedua se Jawa Tengah. 


Ini menunjukkan bahwa kabupaten Grobogan selain mayoritas masyarakat nya memilih bercocok tanam akan tetapi disela - sela waktunya masyarakat desa yang ada di Grobogan masih mampu menggunakan waktunya untuk beternak baik kambing ataupun sapi. 


Hal inilah yang menjadikan keseriusan pemkab Grobogan dalam hal ini Dinas Peternakan dan Perikanan Grobogan membina masyarakat desa yang memiliki potensi di bidang peternakan. 

Banyak sekali kelompok tani ternak yang sudah menjadi binaan pemerintah seperti kelompok tani ternak atau KTT Sumber Rejeki Desa Sedayu Grobogan, KTT Enggal Jaya Desa Tanggungharjo KTT Jati Sumber Jati pohon dan masih banyak lagi KTT dibawah binaan Dinas Peternakan dan Perikanan Grobogan. 


Dari sekian banyak KTT yang ada pada hari Kamis ( 10/2/2022 ) awak MBP yang di dampingi langsung oleh Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan kabupaten Grobogan drh Riyanto MM bersama rombongan Kepala Bidang terkait yaitu bidang perbibitan dan produksi ternak Hastrijani SE yang didampingi beberapa Kepala seksi dan staf menyempatkan diri melihat langsung potensi serta kemajuan KTT yang ada di dusun Krajan desa Boloh kecamatan Toroh yaitu KTT Loh jinawe 3.


KTT yang diketuai oleh Ahmad Zaenuri ini berdiri sejak tahun 2011. Dengan beranggotakan sebanyak 19 orang ini. 

KTT Loh jinawe 3 mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Hal ini di buktikan dengan meningkatnya kesejahteraan anggotanya. 


Seperti halnya yang dialami Suwarto dengan rasa sabar dan gigih membangun KTT Loh jinawe 3 perekonomian nya mulai meningkat. 


Bahkan dirinya mampu menunaikan ibadah ke tanah Suci Makah lewat usahanya mengelola ternak sapi di KTT Loh jinawe 3 ini. 

Dengan sistem gadoh yaitu menjual anakan sapi yang dipelihara nya setelah berumur 2 tahun.


Masyrakat desa Boloh yang ikut andil menekuni ternak sapi di KTT Loh jinawe 3 merasa nyaman dan bersyukur dengan pekerjaannya. 

Dengan melihat semangat serta keseriusan masyarakat Boloh dalam beternak sapi, akhirnya pemerintah memberikan bantuan sapi sebanyak 35 ekor. 


Dengan demikian jumlah sapi yang ada di KTT Loh jinawe 3 ini ada sebanyak 48 ekor yang terdiri dari sapi limosin, simetal, dan sapi PO yaitu sapi hahis persilangan sapi Jawa dengan simetal. 


Bahkan menurut Ahmad Zaenuri KTT sudah meningkat dibuat menjadi Koperasi sehingga secara kelembagaan sudah mulai tertata. 

Disamping mengelola ternak sapi KTT  Loh jinawe 3 sudah mampu memanfaatkan limbah kotoran sapi tersebut menjadi kebutuhan ekonomis seperti pembuatan pupuk baik pupuk cair ataupun padat. 


Kotoran sapi tidak hanya diproduksi menjadi pupuk akan tetapi bisa dijadikan bio gas yang mampu membantu meringankan kebutuhan dapur. 


Seperti halnya yang dijelaskan oleh Musafak yang ikut mengelola pembuatan pupuk dan bio gas bahwa dari hasil limbah kotoran sapi tersebut disalurlan kerumah menjadi biogas yang bisa bermanfaat. 


Bio gas bisa dipakai untuk sarana memasak sehingga bisa menekan pembelian tabung gas elpiji. 

Bahkan masyarakat sekitar bisa memanfaatkan nya untuk penerangan rumah ketika terjadi pemadaman listrik oleh PLN. 

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan kabupaten Grobogan drh Riyanto MM yang memberikan keterangan kepada awak media dilokasi ternak KTT Loh jinawe 3 desa Boloh. 


Menurutnya semua memang butuh proses, artinya pemberian bantuan ternak sapi memang lebih berhasil kepada masyarakat desa yang memang sudah ada riwayat dan pengalaman mengelola dan memelihara ternak baik sapi ataupun kambing. 


" Untuk kelompok ternak atau KTT Loh jinawe 3 ini sudah banyak memberikan kemanfaatkan anggota serta membantu pemerintah menjaga populasi sapi yang ada di Grobogan. " Terang Riyanto. 


Ditambahkannya bahwa populasi sapi potong yang ada di Grobogan dengan kegiatan IB pada tahun 2021 mencapai 204 423 ekor. 

Sedangkan jumlah IB mencapai 117.654 ekor dan jumlah akseptor mencapai 101.053 ekor. 


Adapun data jumlah kebuntingan sapi sampai akhir tahun 2021 mencapai 85.887 ekor. 

Sedangkan jumlah kelahiran sapi mencapai 82.749 ekor. 


Artinya produksi sapi di Grobogan ada peningkatan sebesar 72%.

Inilah kenapa kabupaten Grobogan bisa masuk rangking kedua se Jawa Tengah populasi hewan ternak sapi.


Adapun jumlah kepemilikan sapi potong sebanyak 131.255 orang. 

Dengan populasi sapi dewasa jantan sebanyak 22.571 ekor dan sapi dewasa betina sebanyak 81.076 ekor. 


Sedangkan kerbau potong sebanyak 1.201 orang. 

Sedangkan jumlah peternak kambing potong sebanyak 40.989 orang dengan populasi kambing dewasa jantan sebanyak 24.627 ekor dan kambing dewasa betina sebanyak 35.568 ekor. 


Sedangkan limbah kotoran oleh pemkab Grobogan dalam hal ini kantor BLH memberikan bantuan dan bimbingan agar dimanfaatkan menjadi biogas. 


Dengan prinsip kerja pembentukan biogas yaitu

pengumpulan faeces ternak ke dalam suatu tangki kedap udara yang disebut digester (pencerna). 

Di dalam digester tersebut, kotoran dicerna dan difermentasi oleh bakteri yang menghasilkan gas methan serta gas-gas lain.


 Gas yang timbul dari proses ini ditampung di dalam digester secara permanen bisa berukuran 2 x 3 meter yang selanjutnya disalurkan ke rumah warga sebagai bahan gas untuk memasak dan juga sebagai penerangan rumah. 


Diakhir kunjungan nya di KTT Loh jinawe 3 desa Boloh Kepala dinas Peternakan dan perikanan Riyanto mengajak agar masyarakat Grobogan yang mengelola ternak sapi bantuan pemerintah bisa dikelola sebaik mungkin sehingga disamping bisa meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok.


 Disamping itu masyarakat yang beternak sapi maupun kambing diharapkan bisa mempertahankan populasi ternak yang ada di Grobogan sehingga kabupaten Grobogan bisa menopang kebutuhan sapi potong secara nasional.(Imam S)